Beranda Ekonomi Bisnis Ini Penjelasan Penampung Kayu Cendana yang Diloloskan Polres Belu

Ini Penjelasan Penampung Kayu Cendana yang Diloloskan Polres Belu

299
0

Belu, Flobamora-news.com – Sejumlah warga di kota Atambua, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL berhasil menangkap dan Menggeledah sebuah truk yang dicurigai mengangkut kayu cendana pada Minggu (2/2/2020).

Sesuai informasi yang didapat media ini, Kayu Cendana sebanyak enam Ton dibeli oleh salah seorang oknum Pejabat Polda NTT di beberapa tempat penampungan. Kayu Cendana itu lalu diangkut menggunakan Truk bernomor polisi AB 8237 AC.

“Jadi pembeli ini anggota aktif, (Pejabat Polda NTT-red) dan dia beli di semua tempat. Itu banyak (ton) karena ambil di semua titik,” ungkap salah satu penampung atau penjual ketika dihubungi media ini pada Senin (03/02/2020) siang.

Sejumlah warga yang berada di tempat kejadian perkara mengungkapkan bahwa mereka curiga dengan aktivitas sopir truk dan krunya yang tengah mengangkut kayu cendana sekitar pukul 23.00 Wita. Karena kecurigaan itu, pihaknya mengecek kebenarannya. Ternyata aktivitas itu benar adanya.

Merasa janggal, para warga kemudian menghubungi intel baik polisi dan TNI untuk mengecek. Hasilnya, Kayu yang sedang dimuat itu adalah Kayu Cendana. Saat dicek dokumennya, ternyata dokumen yang ditunjukkan tidak autentik, karena hanya foto copy-an. Karena itu pihaknya terpaksa mengamankan truk yang mengangkut Kayu Cendana itu.

Usai mengamankan, para warga pun kemudian menggiring ke Polres Belu. Namun sayang, Satreskrim Polres Belu menyatakan bahwa kegiatan itu legal karena memiliki dokumen lengkap, sehingga dilepas.

“Kami sangat kecewa dengan sikap polisi yang melepas truk berisi enam ton Cendana. Padahal kami lihat dokumennya tidak lengkap. Salah satunya surat dari UPT Kehutanan Belu yang tak bercap maupun surat izin yang diterbitkan 2019 lalu,” tutur sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Baca Juga : Polres Belu Loloskan Cendana Enam Ton yang Diduga Milik Oknum Pejabat Polda NTT

Baca Juga : Ini Video Amatir Penangkapan Cendana Enam Ton Yang Dilakukan Warga Perbatasan RI-RDTL

Dikemukakan, selama ini masyarakat sangat sulit untuk membawa apalagi memasarkan Cendana. Hal itu dikarenakan Cendana merupakan salah satu tumbuhan langka dan dilindungi. Namun sayang, ternyata masih ada izin untuk jual beli Cendana secara bebas.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dirinya menduga kuat Cendana itu merupakan barang selundupan dari Timor Leste. Hal itu disebabkan karena Cendana sudah sangat langka di Kabupaten Belu.

Kuat dugaan warga bahwa Cendana itu milik salah satu oknum Pejabat Polda NTT. Karena itu, dengan mudahnya pihak Polres Belu Meloloskan kegiatan ilegal tersebut.

Terkait dengan hal itu, beberapa awak media yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL berusaha mencari tahu dan mendalami asal-muasal kayu cendana itu. Karena itu, Tim Pena Batas RI-RDTL mencoba menemui salah seorang Penampung, Frids Hildamatus Markus di rumah kediamannya.

Saat ditemui, Frids Hildamatus Markus menjelaskan bahwa benar Kayu Cendana itu adalah miliknya yang dibeli dari masyarakat di beberapa kecamatan di Kabupaten Belu. Bahkan ada beberapa masyarakat di Kabupaten Malaka pun datang menjual Kayu Cendana di tempatnya.

Dirinya baru memulai usaha Kayu Cendana itu sejak pertengahan tahun 2019 lalu. Dijelaskan bahwa usaha Kayu Cendana ini pun dilakukan bukan tanpa ijin. Dirinya memiliki ijin usaha resmi dari Dinas Kehutanan Provinsi NTT yang dikeluarkan pada pertengahan tahun 2019.

“Setelah mendapat ijin, baru saya tahu kalau saya merupakan satu-satunya CV yang mendapat ijin untuk usaha Kayu Cendana di Belu,” ujar pemilik CV. Belu Star itu.

Setelah mendapat ijin, dirinya baru mau melakukan pengiriman pertama ke Jakarta pada Minggu (2/2/2

020). Hanya saja, pada saat pengiriman itu baru mau dilakukan, datang beberapa orang warga bersama beberapa anggota Polisi dan TNI langsung menggeledah truk yang digunakan untuk mengangkut Kayu Cendana menuju ke Kupang.

Pada saat yang bersamaan, salah seorang anggota Polda NTT, Elo Minggu (02/02) lalu menjemput kayu cendana seberat kurang lebih 600 kg di kota Atambua. Kayu Cendana yang dijemput oknum anggota Polda NTT tersebut merupakan hasil bisnis mertuanya secara sah yang dibeli dari masyarakat kabupaten Belu.

Informasi ini mencuat setelah tim Buser Satreskrim Polres Belu menggerebek satu unit truck bak kayu warna kuning nomor pol AB 8237 Ac yang sedang mengangkut kayu cendana seberat kurang lebih 900 kg milik usaha resmi Frids Hildamatus Markus di rumahnya di sekitar bagian belakang toko Hepy Bangunan kilomter 2 Atambua Minggu dini hari lalu.

“Kebetulan Minggu dini hari ini saya mau kirim saya punya kayu cendana ke kupang lewat jalur laut. Jadi pak Elo, anggota Polda NTT itu datang kesini ( Atambua-red) untuk jemput sekaligus titip bapak mantunya punya kayu cendana yang dibeli di Atambua lewat truck yang saya pakai untuk muat saya punya kayu cendana. Itupun kayu cendana yang dijemput pak Elo hanya berupa serpihan saja bukan kayu utuh,” ungkap direktur CV Belu Star.

Menurut Frids, serpihan kayu cendana yang dijemput oknum anggota Polda NTT Minggu lalu memiliki dokumen resmi sesuai aturan yang berlaku. ” Elo punya bapak mantu punya usaha resmi dibidang bisnis cendana di Kupang. Jadi sebenarnya tidak ada yang masalah. Beliau punya dokumen resmi seperti usaha saya di Atambua,” jelas Frids.

Selain cendana seberat kurang lebih 600 kg, menurut Direktur CV. Belu Star, saat bersamaan dirinya akan mengirim kayu cendana seberat kurang lebih 900 kg ke Jakarta Minggu dini hari lalu. Sayangnya, disaat pihaknya sedang memuat kayu cendana dalam truck pol AB 8237 Ac pihaknya digerebek oleh tim Buser Satreskrim Polres Belu karena diduga mengangkut kayu cendana ilegal.

“Waktu polisi dan tentara datang menggeledah, saya bingung karena kayu cendana yang saya muat untuk kirim ke Jakarta melalui kupang itu punya surat-surat lengkap. Saya sebenarnya waktu itu tidak mau barang saya dibawa ke Polres tapi karena saya menghargai tugas aparat hukum jadi saya juga ikut saja permintaan aparat,” jelas Frids.

Sebelumnya, diberitakan oleh media ini, Sejumlah warga di kota Atambua, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL berhasil menangkap dan Menggeledah sebuah truk yang dicurigai mengangkut kayu cendana pada Minggu (2/2/2020).

Sesuai informasi yang didapat media ini, Kayu Cendana sebanyak enam Ton dibeli oleh salah seorang oknum Pejabat Polda NTT di beberapa tempat penampungan. Kayu Cendana itu lalu diangkut menggunakan Truk bernomor polisi AB 8237 AC.

Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Laporan melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar yang dikonfirmasi membenarkan adanya pengamanan sebuah truk yang mengangkut kayu cendana dalam bentuk batangan maupun serpihan.

Kasat Siregar membantah ketika ditanya ribuan cendana itu diloloskan pihaknya karena diduga milik pejabat Polda NTT.

“Bukan karena milik pejabat Polda. Tapi karena yang bersangkutan punya izin usaha dagang Kayu Cendana,” jelas Kasat.

Sementara itu, Kasat Reskrim membantah jumlah Cendana itu sebanyak enam Ton. “Berdasarkan dokumennya itu 1,2 ton,” katanya.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here