Iwandi, Menuding Laporan LSM KPK Ditunggangi Politik

FlobamoraNews

PEKANBARU, Flobamora-news.com – Iwandi melalui surat kaleng dari kantor kuasa hukumnya Asep Ruhiat dan Patners menuding laporan Dewan Pimpinan Pusat LSM Komunitas Pemberantas KORUPSI (DPP LSM KPK), ke Polda Riau, Senin, (29/07/2019) lalu itu di tunggangi politik oknum caleg.

Surat kaleng tersebut ditujukan kepada penanggungjawab media Online www.riauinvestigasi.com, perihal: Hak Jawab, Protes Keras dan Koreksi Berita.

Pasalnya, surat dari kantor hukum Asep Ruhiat dan Pantners itu tanpa cap stempel dan tanda tangan pemilik kantor sebagai penerima kuasa utama, sehingga banyak klayak menilai surat tersebut tidak perlu di tanggapi karena dianggap surat kaleng.

Baca Juga :  Hati-Hati ASN, Ada Pasal Keramat Dalam UU Pengawasan Pemilu

“Tidak perlu ditanggapi surat itu, karena cap stempel kantor dan tanda tangan Asep Ruhiat tidak ada. Artinya, Surat itu tidak resmi alias kaleng”

“Saya ini sudah berkecimpung didunia advokat selama 30 tahun, tapi tidak seperti ini surat kita” kata Advokat kondangan tersebut yang tidak ingin namanya di tulis oleh media ini.

Advokat senior itu memberikan saran kepada Kantor Hukum Asep Ruhiat dan Pantners agar mengutamakan kerapian administrasi surat menyurat, agar surat kita tidak di buang ke tong sampah.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Dalami Video Ancaman Pembunuhan Terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan

“Iya, kalau saya menerima surat itu pasti saya buang ke tong sampah” tambahnya.

Sekum DPP LSM KPK, Bowonaso Laia, SH, menanggapi surat kaleng dari kuasa hukum Iwandi yang menuding sembarangan laporan lembanya di tunggangi oknum caleg Bengkalis yang tidak lolos duduk di DPRD Bengkalis 2019-2024, itu salah besar.

“Tuduhan itu tidak benar dan itu sudah merupakan pencemaran nama baik lembaga kami. Saya ingatkan para Advokat dari kantor hukum Asep Ruhiat agar berhati-hati berbicara, jangan suka menuding sembarangan tanpa bukti”

Baca Juga :  Aksi Usir Wartawan di Polres Belu Berujung Damai

“Anda harus belajar dulu di kantor saya bagaimana surat menyurat yang benar” kata Bowonaso seraya memperingati dan meminta Advokat Iwandi untuk belajar dengannya.

Tulisan ini berasal dari redaksi