Beranda Hukum & Kriminal Jenasah Rosalina Kase Berhasil Dievakuasi Tim BASARNAS

Jenasah Rosalina Kase Berhasil Dievakuasi Tim BASARNAS

2163
0

Foto: Tim BASARNAS Saat Mengevakuasi Jenasah Bersama Warga

SOE, flobamora-news.com – Rosalina Kase (28), seorang guru honor SMP di Desa Nenas Kecamatan Tobu terjatuh dan terjepit diantara bebatuan yang licin dilalui air sungai yang deras. Karena terjepit dan dibarengi dengan derasnya aliran air sungai Korban akhirnya meninggal karena terlambat ditolong. Korban adalah warga Desa Tuten Kecamatan Tobu Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenasah korban dievakuasi oleh tim BASARNAS pada, Selasa (2/6/2020) sekitar pukul 10.00 WITA.

Kronologis Kejadian

Menurut saksi mata Faldi Mbeo mengusahkan sebelum kejadian korban mendapat kunjungan teman-temannya dari Kupang. Korban kemudian mengajak kami untuk foto-foto di jembatan gantung yang ada di desa tempat tinggal korban. Namun kami tidak sempat kesana karena akses jalan menuju ke jembatan telah ditutup oleh tim penanganan covid-19. Kemudian korban mengajak kami berenam dari kupang bersama korban dan salah satu teman korban dari desa tobu. Kami di ajak untuk datang foto-foto di sungai Lalua perbatasan Desa Tutem dan Desa Tunua Kecamatan Mollo Utara. Setelah kami tiba di Laluan dan foto-foto, tiba-tiba korban terjatuh dari batu aliran sungai yang tingginya sekitar 10 meter. Namun saat jatuh korban terjepit di antara dua batu yang mana dilalui oleh air sungai yang deras. Saat korban terjatuh sekitar pukul 16:00 WITA, kami tidak bisa menolong korban karena jurang dan berbahaya. Lalu menjelang 15 menit kami melihat suiter yang di pakai oleh korban dibawah oleh aliran air, sedangkan korban masih terjepit diantara dua batu. Kemudian kami pergi untuk memberitahukan keluarga korban. Karena terlambat menolong akhirnya korban meninggal. Korban dievakuasi oleh Tim BASARNAS pada keesokan harinya sekitar pukul 10.00 WITA.

Menurut toko agama, Simuel Tasuab mengatakan bahwa, tempat tersebut sangat angker, dan jarang sekali orang pergi ketempat tersebut dan tempat tersebut oada jaman dulu dipakai untuk berhala.

Sementara itu Komandan BASARNAS Yohanes Lake, mengatakan bahwa kami diperintahkan lansung oleh kepala BASARNAS NTT, Emi Friser untuk segera mengefakuasi korban. Kami tiba di desa Tutem Selasa 02/06/2020, jam 02:00 WITA, dini hari. Tetapi karena TKPnya sangat sulit untuk di jangkau sehingga kami baru bisa mengefakuasi korban pada pukul 10:00 WITA.

“Tujuan dari BASARNAS adalah mencari menemukan dan mengefakuasi, kami menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Kondisi tubuh korban sangat memprihatinkan. Kami sempat kewalahan karena korban terjepit di tengah dua batu, yang mana aliran airnya sangat deras dan batunya licin. Kami dua kali mengefakuasi korban baru berhasil. Setelah korban dievakuasi, maka bagian tubuh atas korban dalam keadaan telanjang dan korban hanya menggunakan celana jens setengah lutut. kami dari BASARNAS akan menyerahkan korban ke pihak keluarga. Jika keluarga mengijinkan jenasah korban untuk di otopsi kami siap. Tetapi jika pihak keluarga menerima kematian korban dengan iklas kami tetap menerima karena itu hak keluarga”, pungkas Yohanes.


Reporter: Jor T


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here