Kekerasan Terhadap Anggota Pena Batas RI-RDTL Kembali Terulang

FlobamoraNews

Belu, Flobamora-news.com – Kekerasan terhadap Anggota Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL Kembali Terulang. Terhitung di pertengahan tahun 2019, sudah tiga kejadian menimpa awak Pena Batas.

Pertama dilakukan oleh Panwascam Raihat, Petrus Lelo kepada Ketua Pena Batas Fredrikus Royanto Bau pada saat Pemungutan Suara Ulang di TPS 04, Dusun Fatubelar, Desa Raifatus, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Perbatasan Negara RI-RDTL, Sabtu (27/04/2019).

Kejadiannya saat wartawan TimorDaily.com itu berusaha mengambil foto dan video petugas KPPS tersebut. Namun karena berlawanan arah matahari, Jurnalis Fredrikus harus masuk ke dalam tenda (di luar area yang dibatas tali, masih di bagian pinggir luar) agar bisa mengambil foto dan video secara jelas.
Pada saat itulah Ketua Panwascam Raihat Petrus Lelo datang dan dalam jarak sekitar empat sampai lima meter dengan nada suara agak keras langsung melarang saya untuk jangan mengambil gambar di tempat itu. Padahal disaat itu ada juga anggota Panwas lainnya yang mengambil gambar dan berdiri searah dengan wartawan TimorDaily.com itu.

Baca Juga :  PLN Memohon Maaf Pemadaman Pada Sejumlah Pembangkit di Jawa

Kejadian kedua dilakukan oleh Kasat Resnarkoba Polres Belu, Iptu Ivans Drajat kepada salah satu anggota Pena Batas, Mariano Parada saat meliput kunjungan pejabat Timor Leste saat menjenguk tersangka kasus Narkoba di Mapolres Belu, Kamis (20/6/2019). Iptu Ivans juga menebar ancaman akan mempidanakan wartawan yang meliput peristiwa penangkapan pasangan suami isteri asal Timor Leste yang ketahuan membawa Narkoba berupa ribuan pil ekstasi sebanyak 4.874 butir di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-Timor Leste, Rabu (29/05/2019) siang. Kejadian ini sempat menuai kecaman dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Provinsi NTT dan Ikatan Wartawan (Intan) Kabupaten TTU.

Tulisan ini berasal dari redaksi