Beranda Ekonomi Bisnis Kepala Dinas Pertanian Belu Ikut-ikutan Sebut Masyarakat Mencuri Porang

Kepala Dinas Pertanian Belu Ikut-ikutan Sebut Masyarakat Mencuri Porang

880
0

Belu, Flobamora-news.com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu ikut-ikutan menyebut masyarakat mencuri Porang yang ditanami Pemerintah Kabupaten Belu di lokasi Hutan Jati Nenuk. Hal ini diungkapkannya kepada awak media via telepon seluler pada, Rabu (12/2/2020).

Dikatakan bahwa pihaknya telah meninjau lokasi penanaman Maek Bako atau Porang di Hutan Jati Nenuk beberapa hari sebelum Gubernur NTT, Viktor Laiskodat melakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Belu.

Saat meninjau lokasi, Maek Bako sudah digali warga. Walau sudah digali, tapi masih ada beberapa yang tumbuh, walau jarang.

“Kemarin sebelum kunjungan kami kan ke lapangan, banyak Maek Bako sudah digali. Tapi, ada yang tumbuh. Artinya bahwa memang ada Maek yang ditanam,” kata Kadis.

Dikatakan bahwa dirinya mengetahui bahwa Maek Bako dicuri dari warga yang dimintai untuk menjaga. Pencurian Maek Bako ini menyebabkan kegagalan pada program senilai Rp 1,3 M tersebut.

“Iya, Itu karena ada yang curi seperti kita dengar sendiri dari masyarakat. Ada orang yang cari,” tegas Kadis Pertanian Kabupaten Belu itu.

Selain karena dicuri, kegagalan program Maek Bako di Hutan Jati Nenuk juga disebabkan karena lemahnya pengawasan dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu.

“Sebenarnya saya tidak mengatakan gagal. Saya terus terang masuk ke sana (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, red) baru di Juli tahun 2019, kurang memantau itu. Tapi satu hal menjadi kelemahan itu pengawasan. Kemarin Pak Gubernur sudah bilang kehutanan itu harus dikawal polisi kehutanan. Karena tanpa dikawal akan menjadi percuma kita tanam di situ,” jelasnya.

Sebelumnya, PLT Sekda Belu Marsel Mau Meta pun menyebut bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar Hutan Jati Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu mencuri Porang atau Maek Bako milik pemerintah Kabupaten Belu untuk ditanam di lahan milik warga.

Hal ini diungkapkan PLT Sekda Belu saat kunjungan Kerja Gubernur NTT, Viktor Laiskodat ke lahan porang milik warga di Hutan Jati, Nenuk pada Selasa (11/2/2020).

Pada kunjungan Kerja Gubernur NTT itu, Gubernur Viktor Laiskodat diajak mengunjungi lahan penanaman porang milik pemerintah Kabupaten Belu. Akan tetapi, dalam perjalanan, Rombongan Gubernur NTT diarahkan ke lahan Porang Milik warga.

Sesampai di lokasi kegiatan, salah seorang anggota Pena Batas RI-RDTL menuturkan bahwa lokasi kegiatan tersebut bukan milik pemerintah.

Saat itu, PLT Sekda Belu, Marsel Mau Meta langsung membantah dengan menyebut bahwa masyarakat pemilik lahan mencuri Porang yang telah ditanam pemerintah Kabupaten Belu. Apa yang disampaikan PLT Sekda Belu ini pun didengar oleh beberapa wartawan.

PLT Sekda Belu, Marsel Mau Meta ketika dikonfirmasi menuturkan bahwa maksud dari pernyataan tersebut bukan menuding masyarakat mencuri, tapi mengambil dari lokasi Porang yang ditanami pemerintah Kabupaten Belu di Hutan Jati Nenuk.

“Jangan bilang curi. Kasihan orang. Orang su (sudah, red) kerja setengah mati kita bilang curi lagi,” ujar PLT Sekda Belu.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa masyarakat mungkin ingin membudidaya sendiri Maek Bako, sehingga mereka mengambil dari lahan yang sudah ditanam oleh Pemerintah Kabupaten Belu. Dengan begitu, masyarakat akan dengan mudah untuk memanen dan menjual Maek Bako.

Baca Juga : https://www.flobamora-news.com/hukum-kriminal/plt-sekda-belu-tuding-masyarakat-curi-maek-bako-milik-pemerintah/

Kalau mereka ambil mungkin mereka butuh. Mereka mungkin ingin memiliki sendiri. Kalau mereka ingin rawat sendiri, mereka ambil tidak masalah to? Karena mereka pingin rawat sendiri, kemudian nanti mereka panen… panen sendiri, tidak usah tanya naik turun lagi to.

Dikatakan, tidak masalah masyarakat mengambil dan membudidaya Maek Bako yang sudah ditanami pemerintah. Baginya, itu akan memberikan keuntungan untuk masyarakat.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here