Beranda Ekonomi Bisnis Sebut Masyarakat Curi Maek Bako Milik Pemerintah, Ini Reaksi Warga

Sebut Masyarakat Curi Maek Bako Milik Pemerintah, Ini Reaksi Warga

899
1
Mama Yosefa de Jesus saat menjelaskan dari mana dirinya mendapatkan anakan Maek Bako

Belu, Flobamora-news.com – PLT Sekda Belum Marsel Mau Meta menyebut masyarakat yang tinggal di sekitar Hutan Jati Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu mencuri Porang atau Maek Bako milik pemerintah Kabupaten Belu untuk ditanam di lahan milik warga.

Hal ini diungkapkan PLT Sekda Belu saat kunjungan Kerja Gubernur NTT, Viktor Laiskodat ke lahan porang milik warga di Hutan Jati, Nenuk pada Selasa (11/2/2020).

Pada kunjungan Kerja Gubernur NTT itu, Gubernur Viktor Laiskodat diajak mengunjungi lahan penanaman porang milik pemerintah Kabupaten Belu. Akan tetapi, dalam perjalanan, Rombongan Gubernur NTT diarahkan ke lahan Porang Milik warga.

Sesampai di lokasi kegiatan, salah seorang anggota Pena Batas RI-RDTL menuturkan bahwa lokasi kegiatan tersebut bukan milik pemerintah.

Saat itu, PLT Sekda Belu, Marsel Mau Meta langsung membantah dengan menyebut bahwa masyarakat pemilik lahan mencuri Porang yang telah ditanam pemerintah Kabupaten Belu. Apa yang disampaikan PLT Sekda Belu ini pun didengar oleh beberapa wartawan.

PLT Sekda Belu, Marsel Mau Meta

Pernyataan ini pun mendapat reaksi kontra dari masyarakat pemilik lahan. Pemilik lahan, Yosefa de Jesus yang ditemui awak media usai pertemuan tersebut membantah keras pernyataan PLT Sekda Belu itu. “Itu tidak Benar!”

Dijelaskan bahwa program pemerintah Kabupaten Belu baru dimulai sejak tahun 2017. Sedangkan masyarakat susah mulai menanam Maek Bako sejak tahun 2012.

Dikatakan, mereka mendapatkan Maek Bako dari hutan yang sudah tumbuh liar sejak tahun 2012. Saat itu, mereka mencari kunyit untuk ditimbang sembari mengumpulkan Maek Bako untuk ditanam di lahan hutan jati.

“Saat itu, kami tahu bahwa Maek Bako sudah ada harga, makanya kami cari untuk tanam di sini,” jelas mama Yosafat.

Dijelaskan bahwa memang saat ini mereka menanam di lokasi hutan lindung. Namun, karena mereka mendapat ijin dari pihak kehutanan dengan catatan tidak menebang pohon, maka mereka pun mulai menanam Maek Bako.

“Kami memang tanam di lahan milik pemerintah, tapi kami tidak curi Maek Bako milik pemerintah,” tegas Yosefa.

PLT Sekda Belu, Marsel Mau Meta ketika dikonfirmasi menuturkan bahwa maksud dari pernyataan tersebut bukan menuding masyarakat mencuri, tapi mengambil dari lokasi Porang yang ditanami pemerintah Kabupaten Belu di Hutan Jati Nenuk.

“Jangan bilang curi. Kasihan orang. Orang su (sudah, red) kerja setengah mati kita bilang curi lagi,” ujar PLT Sekda Belu.

Gubernur Viktor Laiskodat saat mengunjungi lahan Maek Bako milik Warga di Hutan Jati Nenuk

Dijelaskan lebih lanjut bahwa masyarakat mungkin ingin membudidaya sendiri Maek Bako, sehingga mereka mengambil dari lahan yang sudah ditanam oleh Pemerintah Kabupaten Belu. Dengan begitu, masyarakat akan dengan mudah untuk memanen dan menjual Maek Bako.

“Kalau mereka ambil mungkin mereka butuh. Mereka mungkin ingin memiliki sendiri. Kalau mereka ingin rawat sendiri, mereka ambil tidak masalah to? Karena mereka pingin rawat sendiri, kemudian nanti mereka panen… panen sendiri, tidak usah tanya naik turun lagi to,” jelasnya.

Dikatakan, tidak masalah masyarakat mengambil dan membudidaya Maek Bako yang sudah ditanami pemerintah. Baginya, itu akan memberikan keuntungan untuk masyarakat.


Reporter: Ricky Anyan


1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here