Beranda Hukum & Kriminal Sidang Lanjutan Kasus Perbuatan Melawan Hukum Dengan Agenda Pemeriksaan Saksi Tergugat

Sidang Lanjutan Kasus Perbuatan Melawan Hukum Dengan Agenda Pemeriksaan Saksi Tergugat

734
0

SOE, Flobamora-news.com – Sidang lanjutan kasus Perdata, tentang perbuatan melawan hukum di pimpin hakim ketua, John Michel Leuwol, SH, hakim anggota Putu Dima Indra, SH dan Putu Baharata,SH. dengan penggugat Hendrik Tasuab dan tergugat satu, Oktofianus Toto, tergugat dua Yuliana Haekase. Sidang tersebut untuk mendengar keterangan saksi Tergugat berlangsung di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Soe pada, Kamis (4/6/2020).

Menurut keterang saksi tergugat satu, Danial Tasuaf bahwa, penggugat Hendrik Tasuab tidak memiliki kandang sapi di faut oni, sedangkan oktofianus toto memiliki kandang sapi di faut oni. Jumlah sapi milik Oktofianus Toto adalah 12 ekor dengan perincian, jantan Dua, betina 10 ekor sehingga total sapi milik Otofianus Toto 12 ekor.

“Sapi sengketa tersebut berwarna hitam dan ada gumpalan bulu putih di samping perut kiri, kanan dan ada tumpukan bulu putih di kaki kanan bagian belakang. Tidak ada bekas luka di kaki kanan bagian dalam dan tidak ada bekas luka di perut kanan bagian dalam. Sapi sengketa sejak kecil selalu berkumpul dengan induknya, serta setalah januari 2019 baru diikat untuk di paron”, kata Danial.

Ketika hakim menanyakan kenapa sapi sengketa yang diduga milik tergugat tidak dicap dan dihetis/potong telinga?

Danial mengatakan bahwa alasan sapi sengketa tidak dicap dan dihetis karena akan berpengaruh pada harga, karena sapi yg dicap dan dihetis harganya akan menurun ketika dijual, ketimbang sapi yang tidak dicap dan dihetis.

Saksi Danial juga memberi keterangan bahwa, masalah ini sudah pernah diselesaikan di tingkat Desa Tutem, dan saat itu hadir kepala Desa Tutem, Kapolsek Kapan, Babinsa dan masyarakat. namun persoalan ini tidak dapat diselesaikan karena keduanya mengklaim bahwa sapi tersebut adalah miliknya masing-masing namun tidak ada cap dan hetis sehingga persoalan ini tadak dapat di selesaikan. Saat itu pihak tergugat minta agar sapi sengketa tersebut dibunuh lalu dipotong bagi dua untuk tergugat dan penggugat, namun Oktofianus Toto tidak mau untuk sapi sengketa dibunuh lalu dibagi dua.

Sementara saksi kedua tergugat Istefanus Tapatab, di depan majelis hakim mengatakan, bahwa masalah ini tidak dapat diselesaikan di kantor desa. Karena penggugat mengatakan bahwa, sapi sengketa tersebut ada tanda bekas luka di kaki kanan bagian belakang dan perut kanan bagian dalam. Sedangkan tergugat Oktofianus Toto mengatakan sapi tersebut adalah miliknya dan ada tanda kumpulan bulu putih di perut bagian kanan dan kiri serta paha kanan bagian belakang. Pihak penggugat minta agar sapi tersebut dipotong dan dibagi dua namun tergugat tidak mau untuk sapi sengketa dibunuh untuk bagi dua, sehingga masalah ini tidak dapat di selesaikan di kantor desa.

Setelah saksi kedua tergugat selesai memberikan keterangan, sidang di tutup dan akan dilanjutkan pada hari kamis 11/07/2020 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here