Beranda Hukum & Kriminal Sudah Lebih dari 50 Ekor Sapi Milik Warga Perbatasan RI-RDTL Dicuri dalam...

Sudah Lebih dari 50 Ekor Sapi Milik Warga Perbatasan RI-RDTL Dicuri dalam Satu Bulan Terakhir

396
0
Pagar tembok milik salah seorang warga Perbatasan RI-RDTL yang dijebol para pencuri

Belu, Flobamora-news.com – Lebih dari 50 ekor sapi milik warga yang berada di dua kecamatan di Kabupaten Belu, hilang dicuri orang tak dikenal dalam satu bulan terakhir ini.

Hal tersebut membuat warga yang berada di Perbatasan RI–RDTL tersebut menjadi cemas dan ketakutan. Dua kecamatan tersebut adalah Kecamatan Tasifeto Barat dan Kecamatan Raimanuk.

Kasus kehilangan ini pun telah dilaporkan warga pada pihak kepolisian. Akan tetapi, laporan tersebut seakan hanya untuk menambah jumlah daftar kasus yang ditangani oleh pihak kepolisian Polres Belu saja. Namun, tidak pernah ada satu sapi pun yang kembali pada pemiliknya. Hal ini membuat warga menjadi gerah dan mengadu kinerja pihak kepolisian ke DPRD Belu pada, Senin (30/9/2019).

Pengaduan para warga tersebut diwakili oleh beberapa tokoh pemuda. Mereka adalah Apolinaris Lopes, Yuven, dan Dion. Mereka datang ke Gedung DPRD Belu dan langsung diterima oleh Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Junior dan sejumlah anggota DPRD lainnya di Ruangan Ketua DPRD Belu.

Apolinaris menyampaikan semua keluhan dan keresahan masyarakat terkait dengan kasus kehilangan sapi tersebut. Bagi Apolinaris, Kasus tersebut telah menjadi penyakit masyarakat karena telah membawa kecemasan pada masyarakat di Perbatasan RI-RDTL.

Sejumlah warga datangi gedung DPR melaporkan kasus pencurian yang lagi marak

Banyak Masyarakat yang mengeluh soal kecemasan mereka. Bahkan banyak di antara mereka yang sudah apatis untuk melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian karena laporan mereka seakan hanya sebuah kesia-siaan saja,” kali pria yang akrab disapa Naris itu.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua DPRD Belu merespon cepat dengan segera mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP). “Bagi saya ini adalah penyakit masyarakat yang harus segera kita obati,” ujar pria yang akrab disapa Manek, Jr itu.

Menurutnya, DPRD Belu perlu mengadakan RDP untuk mendengar keluhan dari masyarakat. Selain itu, dalam RDP tersebut, perlua ada sebuah keputusan bersama untuk membuat sebuah tindakan preventif agar masyarakat bisa kembali merasa nyaman.

Direncanakan rapat dengar itu akan digelar pada Rabu, 2 Oktober 2019. Rapat tersebut akan menghadirkan pihak kepolisian Polres Belu, Pihak Kodim 1605/Belu, Kesbangpol Belu, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, tokoh pemuda, dan para korban pencurian.

Terpisah, Kapolres, AKBP Christian Tobing mengungkapkan kebenaran terkait maraknya kasus pencurian ternak di Kabupaten Belu beberapa bulan terakhir. Hal itu dilihat dari banyaknya laporan masyarakat kepada pihak kepolisian.

Pihak kepolisian pun tidak tinggal diam dengan berbagai laporan tersebut. Pihaknya sampai dengan saat ini terus melakukan penyelidikan atas laporan warga tersebut.

Kapolres Tobing mengakui bahwa adanya sebuah sindikat jaringan pencurian di Kabupaten Belu. Karena itu, pihaknya telah meminta kepada semua kapolsek hingga Bhabinpol untuk menyelidiki jaringan sindikat pencurian itu.

Selain itu, dirinya juga meminta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat agar selalu memberitahukan kepada pihak yang berwajib tentang orang-orang yang dicurigai sebagai jaringan sindikat pencurian.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar