Beranda Hukum & Kriminal Viral di Sosmed, Rencana Pengadaan 13 Unit Mobil Untuk Tokoh Agama di...

Viral di Sosmed, Rencana Pengadaan 13 Unit Mobil Untuk Tokoh Agama di Malaka

40
0

MALAKA,Flobamora-news.com –Rencana pengadaan Belasan mobil untuk tokoh agama oleh Pemerintah Kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur baru-baru ini, masih ramai diperdebatkan di sosial media.

Perencanaan pembelian 13 unit mobil yang direncanakan menggunakan dana APBD ini masih menuai perdebatan panas dari berbagai kalangan sejak 22 Nopember hingga kini.

Meskipun perencanaan tersebut telah disepakati dalam sidang III paripurna Anggota DPRD Kabupaten Malaka untuk direalisasikan di APBD tahun 2020 mendatang, namun hingga kini masih saja menjadi polimik bagi masyarakat.

Seperti yang dijelaskan oleh Setda Malaka Donatus Bere, S. H, saat paripurna, yang mengatakan mobil untuk tokoh agama sangat penting. Sebab, kata dia, tokoh agama tugasnya melayani umat.

“Pemerintah dalam hal ini Bupati Malaka juga setuju, karena ini merupakan pelayanan kepada masyarakat atau umat Kabupaten Malaka,” jelas Donatus saat sidang Paripurna III DPRD Malaka, Jumat (22/11/2019).

Menurutnya, dalam Rancangan APBD pengadaan mobil tersebut dilakukan secara bertahap. Untuk tahun 2020, sebanyak 13 unit dan akan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. Pengadaannya  Kita adakan secara bertahap.Tahun berikutnya akan diperbanyak.

Meskipun telah dijelaskan kepada publik melalui beberapa media online, namun pantauan awan media Jumat, 29/11/2019 hampir semua sosial media ramai membahas polemik ini, dan belum menemukan titik terang.

Bantahan keras dari Anggota DPRD Malaka Fransiskus X. Taolin dalam sidang paripurna tersebut seakan memberi celah kepada publik untuk ikut berkomentar. Ans bersikeras untuk menolak upaya Pemkab Malaka tersebut.

“Saya tidak main-main pimpinan sidang yang terhormat, saya merupakan wakil rakyat, lebih bagusnya kita gunakan untuk kepentingan lain yang berarti untuk masyarakat, oleh karena itu saya tidak setuju,” tegas Ans saat sidang Paripurna III DPRD Malaka, Jumat (22/11/2019).

Hal senada juga disampaikan Ketua Fraksi Gerindra, Beni Chandradinata. Menurut Beni, APBD Malaka hingga kini masih defisit. Sebab itu, ia menilai pengadaan mobil untuk tokoh agama sangat mengganggu keuangan daerah.

“Kita masih sangat defisit. Bukan tidak mau, tapi ini sangat mengganggu keuangan daerah. Untuk tahun ini saya rasa belum pas untuk kita adakan mobil untuk para tokoh agama,” ujar Beni.

Tak hanya dua anggota dewan tersebut yang tidak menyetujui pengadaan mobil untuk tokoh agama.

Banyak tokoh muda dan masyarakat pun ikut menolak hal ini sejak 22/11 hingga detik ini polimik ini masih viral diperdebatkan.

Denz Saunoah dalam grup Whatsapp ‘SFS’ menyatakan
“Masyarakat Dapil III Malaka ada sebagian daerah yg kekurangan air bersih.. dan mungkin dibeberapa daerah lainnya di Dapil I dan II. Alangkah bijaknya PEMDA jika mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan Air Bersih Masyarakatnya lewat pengadaan sumur bor atau sejenisnya”. Jelas Denz.

“Jika sudah meng-cover minimal,.
Barangkali Usulan utk pengadaan mobil utk Para Pastor bisa dipertimbangkan..
Lagian sekalipun sudah ada Mobil operasional, Umat tetap kasih Derma”. Tambah Dia.

Seperti dikutip di Voxntt.com Jhonta pemuda yang juga menolak pengadaan mobil ini.

Bagi Jhonta, tokoh agama bukan pejabat negara. Bentuk pelayanan mereka pun tidak sama dengan pejabat daerah.

“Untuk apa berikan mobil untuk para tokoh agama. Tugas mereka ya pelayanan dan ada mekanismenya,” tegasnya.
“Khusus tokoh agama Katolik, mereka terthabis, bukan dilantik. Mereka adalah pelayan yang wajib miskin karena sudah terikat kaul kemiskinan,” tambah Jhonta.

Komentar netizen pun membanjiri setiap grup sosial media banyak masyarakat menyoroti kebijakan dalam sidang ADPRD Malaka ini salah satunya Komentar sekjen PMKRI cabang Kupang Kornelis Bria dalam berita di beberapa media online dan masih banyak lagi.

“Soal pengadaan mobil untuk para tokoh agama adalah sah-sah saja, kalau semua kebutuhan menyangkut hajat hidup masyarakat Malaka sudah terpenuhi secara keseluruhan, kesehatan, pendidikan, kemiskinan, ekonomi dan kebutuhan lainnya,” tandas Kornelis.

 


Reporter: Herry Metak


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here