Yonglani Damanik: Saya Tidak Pernah Aniaya Karyawan Adriani

FlobamoraNews

MEDAN, Flobamora-news.com – Pengusaha Restoran Internasional di Jalan Gereja Kota Pematangsiantar bernama Yonglani Damanik alias Yek Yong, mengklarifikasi adanya pemberitaan di sejumlah media yang menuding dirinya melakukan penganiayaan terhadap karyawannya bernama Andriani alias A Mei pada 13 Juni 2018 silam. Pasalnya, pemberitaan di sejumlah media tersebut terkesan tidak berimbang dan menyudutkan dirinya.

Akibat pemberitaan yang dinilai terkesan berat sebelah itu, bukan saja membuat dirinya terganggu, namun keluarga dan sahabatnya juga merasa tidak nyaman.

“Kita tidak bermaksud apa-apa. Kita hanya meluruskan agar masyarakat luas mengetahui duduk persoalan bagaimana yang terjadi sebenarnya,” kata Yonglani melalui siaran pers yang ditandatanganinya, Kamis (05/09/2019).

Baca Juga :  Maraknya Bisnis Ilegal di Daerah Perbatasan RI-RDTL dan Sebuah Solusi Hukum

Menurut wanita kelahiran 4 November 1963 silam ini, pada 13 Juni 2018 lalu, seperti biasa dirinya datang ke tempat usaha miliknya, Restoran Internasional di Jalan Gereja, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar, untuk menemui para karyawannya, termasuk diantaranya salah seorang karyawan yang sudah pernah dipecatnya itu bernama Andriani alias A Mei.

Malam itu, Yonglani Damanik , datang menghampiri Andriani alias A Mei yang selama ini menangani bagian pembukuan di perusahaan itu. Kemudian, meminta uang penghasilan usaha kepada Yanti selaku Kasir di perusahaan itu.
Namun, Andriani alias A Mei menolak menyerahkan uang penghasilan usaha kepada Yonglani. Saat uang itu diambil dari tangan Andriani alias A Mei, secara repleks tidak disengaja tangan Yonglani Damanik mengenai rambut Andriani, karena keduanya sempat terlibat saling tarik.

Baca Juga :  Bawa 15 Kubik Kayu Tanpa Dokumen Resmi, Satgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad Amankan 2 Truk

“Jadi tidak benar kalau saya ada menjambak rambutnya. Saya mau ambil uang di usaha saya, tetapi kenapa dia halang-halangi. Seharusnya, dia jangan ikut campur urusan kami selaku pemilik usaha. Apapun alasannya, ini urusan kami yang bermitra bisnis. Jangan dia campuri,” ujar Yonglani dengan nada sedikit marah.

Tulisan ini berasal dari redaksi