Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Indra Tantang Para Pihak Debat Terbuka: Mereka Semua Lawan Saya, Biar Saya Sendiri 

Reporter : Sevrin Editor: Redaksi
IMG 20231009 081855
Ketua Askab PSSI Natalis Indrayub Mere Yua, Photo: ist

Nagekeo, Flobamoranews.com— Ketua Askab PSSI Kabupaten Nagekeo Natalis Indrayub Mere Yua rupanya tidak terima dicap biang keladi kemelut dualisme kepengurusan Persena Nagekeo. Tidak puas klarifikasi, Indra menantang semua pihak untuk debat terbuka membahas soal status kepengurusan Persena yang sah secara aturan.

Pihak-pihak yang ditantang Indra Mere Yua untuk duduk berdebat yakni mulai dari Asprov, Exco, Kadispora hingga Ketua DPRD yang juga Ketua Persena Marselinus F. Ajo Bupu bersama manajemennya. “Mereka semua lawan saya, biar saya sendiri. Siapa saja.” ungkap Indra Minggu 8 Oktober malam.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Indra bilang, ketiga pengurus Persena mulai dari Sely Ajo sebagai Ketua, Kanis Laking hingga manajer baru Novi, ditambah Kadispora Kristoforus Aja tidak seimbang untuk berdebat. Dia malah Ingin debat soal kisruh ini langsung dengan Asprov PSSI dan juga PSSI pusat. “Yang pas dengan saya asprov atau PSSI pusat, kalau mereka empat ini saya jawab sambil tidur” katanya.

Dalam debat nanti, Ia juga pingin melibatkan Exco yang menurut dugaannya tidak terima karena tidak dilibatkan dalam keputusan Askab. Dia mau menjelaskan ke Oskar Sina, Anton Moti, Dorus Goa, Ino Jago, dan Novi bahwa secara aturan Exco sejatinya tidak penting dilibatkan dalam mengambil keputusan ketika sudah dibahas di kongres. Jikalau memang Exco mempermasalahkan soal tidak tidak terlibat dalam keputusan Askab, maka mereka juga sama tidak pahamnya dengan yang lain.

Baca Juga :  Tuhan Yesus dan Bunda Maria Diperkenalkan Sebelum Menjadi Anggota THS-THM

“Dengan Exco juga. Exco bisa koordinasi dengan pengurus harian untuk hal-hal yang tidak dibahas di kongres, kalau sudah dibahas di kongres, tidak perlu melibatkan mereka, Saya juga ketua Exco” katanya.

Jikalau memang debat terbuka ini benar digelar, Flobamoranews mencoba menyarankan Indra agar di kubu mereka sebaiknya mengajak lagi Rian Missi sebagai Manajer. Akan tetapi Indra dengan tegas menolak. “Jangan, Dia (Rian Missi red-) hanya manager saja, pemahaman aturan belum kuasai, urusan komunikasi dia bagus” puji Indra.

Khawatir Indra kalah dalam debat karena melawan banyak orang, Flobamoranews mencoba alternatif lain menyarankan Indra mengajak Dony Moni, jikalau memang Rian dinilai kurang menguasai referensi aturan. Sebab, di samping menjabat sebagai tim media Persena, Dony adalah mantan pemain PSN Ngada, PSK Kupang dan Persena Nagekeo jadi, mungkin saja banyak tahu tentang aturan-aturan PSSI. Posisinya di tim media hanya kebetulan saja, karena saat ini Dony bekerja sebagai wartawan sehingga relevan dengan profesi. Jika kita menilik kiprahnya sebagai pemain bola, Doni cocoknya jadi pelatih Persena, menggantikan Carles Foeh.

Baca Juga :  Visi Menpora Kabinet Jilid 2 Harus Komitmen Sepenuhnya Terhadap Nilai Pancasila

“Pelatih tu hanya karena harus Lisensi, ke Rote-Ndao kemarin kalau pelatih pakai sistem voters macam di kongres Asprov, kami su pilih dia pelatih le..” bocor salah satu pengurus.

Kala masih bersinar di lapangan hijau Dony diketahui sudah beberapa kali merasakan atmosfer El-Tari Memorial Cup sebagai pemain sayap yang memiliki kecepatan tinggi. Larinya kencang kayak Mbape. Konon katanya, sejak kecil Dony sudah terbiasa berburu kijang dan babi hutan di padang di kampungnya. Menurut informasi, terakhir sebelum gantung sepatu, Dony Moni sempat memperkuat Persim ketika El-Tari Cup Maumere beberapa tahun silam meski hanya jadi Camat (Cadangan mati).

Doni juga kalau soal berdebat konon katanya syarat pengalaman. Dulu semasa kuliah Dony sering terlibat diskusi dan debat dengan teman-temannya di marga PMKRI Kupang kala masih aktif sebagai aktivis. Ditambah lagi saat ini Dony Moni tercatat sebagai Caleg DPRD Nagekeo di 2024 dapil 1 dari PAN nomor urut 7, sehingga niscaya sangat membantu Dia dalam beradu argumentasi melawan Sely Ajo dan Kanis Laking yang sudah senior di Partai Politik. Akan tetapi Indra lagi-lagi sesumbar, yang lain jangan dilibatkan, cukup dia sendiri saja.

Baca Juga :  Mitos ETMC 2019: Lapangan Besikama Menjadi Momok Bagi Dua Tim Belu

“Biar mereka tidak usah, kalau management bicara teknis itu bisa ke mereka, tapi aturan biar dengan saya” tegas Indra percaya diri.

Diberitakan sebelumnya, Kanis Laking mantan manajer Persena mengatakan bahwa yang sah adalah Persena versi mereka dan tidak ada dualisme. Kanis menuding bahwa dualisme kepengurusan ini terjadi akibat ulah dari Ketua Askab PSSI Nagekeo Natalis Ayub Indra Mere Yua. Indra disebut sebagai biang kerok kegaduhan dualisme klub kebanggaan masyarakat Nagekeo ini.

“Pertama tu Azi (Adik red-) Dia (Indra) sering menyampaikan statemen kontroversial di media menyangkut Persena, semenjak dia jadi Ketua Askab dia tidak mengakui Persena, Dia bilang Persena itu ilegal, terus sekarang mengaku sebagai Ketua. Persena itu kami dirikan sejak 2007, jauh sebelum Askab ada. Ini semua biangnya itu dari ketidakpahaman Ketua Askab” ujar Kanis per telepon pada Minggu (8/10) siang. (***)

Sumber: Https://www.flobamoranews.com