Presidente Timor Leste Resmikan Bandara Internasional Oecusse

FlobamoraNews

OECUSSE, Flobamora-news.com – Presidente da Republica Democratika de Timor Leste, Dr. Fransisco Guterres Lu Olo bersama Presidente da Autoridade da RAEOA – ZEESM Timor Leste, Dr. Mari Bim Amude Alkatiri meresmikan Aeroporto Internacional De Oe-Cusse “Rota do Sandalo” (Bandara Internasional Oekusi “Kayu Cendana”) pada, Selasa (18/6/2019) di Ambenu, Oecusse, Timor Leste.

Acara peresmian Bandara Internasional Oekusi “Kayu Cendana” di wilayah administrasi khusus Oekusi ini dimulai sekitar pukul 16:00 waktu Timor Leste dan berakhir sekitar 17:00 waktu setempat.

Hadir pada acara tersebut, Duta Besar RI-RDTL Sahat Sitorus, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, Wakil Gubernur Josef Nae Soi, Walikota Kupang, Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Sau Fernandez, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Bupati Belu Willybrodus Lay, Pimpinan Forkopimda Plus dari Provinsi dan Kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Oecusse dan Sejarah Masuknya Gereja Katolik di Pulau Timor

Maskapai penerbangan Trans Nusa menjadi pesawat pertama yang melakukan landing perdana di Aeroporto Internacional De Oe-Cuse “Rota do Sandalo” ( Bandara Internasional Oekusi “Kayu Cendana”).

Aeroporto Internacional De Oe-Cuse “Rota do Sandalo” ini dibangun sejak tahun 2015 silam dengan menelan anggaran kurang lebih 120 juta $ atau setara 1,7 triliun rupiah yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana asal Indonesia PT Wijaya Karya.

Presidente da Autoridade da RAEOA – ZEESM Timor Leste, Dr. Mari Bim Amude Alkatiri dalam sambutannya mengatakan menjelaskan tentang kayu cendana yang disematkan pada nama bandara internasional tersebut. Sejarah telah mencatat bahwa kedatangan bangsa Portugis ke Pulau Timor untuk mencari salah satu kekayaan alam yang dimiliki orang Timor yaitu kayu cendana. Mereka pertama kali menginjakkan kakinya di Lifau, Oecusse pada tahun 1515-an. Oecusse juga akhirnya dikenal dunia luar karena menjadi pelabuhan para VOC sebelum berpindah ke Mena, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tulisan ini berasal dari redaksi