Pelatihan ini merupakan bagian dari sinergi Pemkab Kupang dan Undana. Bupati Kupang Yosef Lede yang membuka kegiatan meminta agar ilmu peserta tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dibawa ke lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, menilai kolaborasi ini sebagai wujud nyata peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. Setelah materi di kelas dan laboratorium, peserta akan melanjutkan praktik IB di Desa Oesena, Amarasi. “Semoga pelatihan ini menjadi pijakan kokoh dalam mencetak kader inseminator terampil demi kemajuan peternakan sapi di Kabupaten Kupang,” pungkas Petrus Kune. (*/Marno)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
