“Bagi Jasa Raharja, keselamatan adalah cara kita merawat kemerdekaan dalam
mobilitas sehari-hari. Negara harus hadir memastikan masyarakat dapat bergerak
dengan aman, bekerja dengan tenang, belajar, berusaha, dan pulang dengan
harapan. Karena itu, setiap transformasi layanan harus berangkat dari kebutuhan
masyarakat dan memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan,” ujar Awaluddin.
Ia menjelaskan bahwa Jasa Raharja terus memperkuat pelayanan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap perbaikan layanan. Data tidak hanya digunakan untuk melihat angka, tetapi menjadi dasar untuk memahami
kebutuhan masyarakat, mempercepat respons, menyederhanakan proses, dan
memastikan pelayanan menjadi semakin mudah, cepat, dan relevan.
“Masyarakat bukan sekadar penerima layanan, tetapi pusat dari seluruh proses
perbaikan. Setiap inovasi harus menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,
terutama ketika mereka berada dalam situasi yang paling membutuhkan
perlindungan,” katanya.
Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan tata kelola sesuai arahan BP
BUMN dan Danantara, Jasa Raharja terus memastikan setiap pengembangan
layanan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Transformasi tersebut diarahkan tidak hanya pada peningkatan efisiensi dan pemanfaatan teknologi, tetapi
juga pada penguatan kualitas layanan, pengambilan keputusan berbasis data, serta
penciptaan manfaat yang semakin relevan bagi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
