Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan menjelaskan bahwa perusahaan telah memiliki fondasi pengelolaan risiko melalui penerapan Enterprise Risk Management (ERM) dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR). Fondasi tersebut terus diarahkan untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengenali risiko secara lebih dini dan mendukung pengambilan keputusan.
“Manajemen risiko dalam konsep ERM bukan sekadar memenuhi kewajiban atau
mengisi risk register. Kita perlu membangun kemampuan untuk mengantisipasi berbagai hal yang dapat mengganggu pencapaian target. Karena itu, SIMR akan terus dikembangkan untuk mendukung Key Risk Indicator, Risk Intelligence, dan Predictive Risk Control. Ke depan, kita harus memiliki risk awareness dan risk sensing yang kuat, sehingga pada 2027 kita sudah dapat bergerak menuju pengelolaan risiko yang lebih cerdas dan prediktif,” ujar Harwan.
Risk Townhall 2026 menghadirkan Dr. Antonius Alijoyo, Principal CRMS Indonesia,
sebagai narasumber. Pada sesi pertama, materi yang dibahas adalah ‘Strategic GRC
in the Era of AI: Leveraging Data Analytics and AI Governance for Executive Decision
Intelligence’ sedangkan di sesi kedua mengangkat tentang ‘Executive Stewardship in Sustainability by Design: Integrating ESG into ERM for Organizational Resilience’.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
