“Rapat koordinasi ini penting untuk kolaborasi dan sinergi dalam mengelola operasi Nataru 2025–2026. Ada dua isu yang perlu diperhatikan. Yang pertama, dari hasil survei yang kami lakukan, ada peningkatan pergerakan masyarakat selama periode libur Natal dan tahun baru 2005-2026. Kemudian isu yang kedua adalah masalah cuaca. Paparan dari BMKG, cuaca Desember—Januari ini merupakan puncak musim hujan. Ditambah adanya bibit-bibit siklon yang bisa berkembang dan mengakibatkan curah hujan yang tinggi, angin, dan gelombang,” ujarnya.
Aan menjelaskan bahwa keselamatan menjadi yang utama. Untuk itu, Korlantas Polri, Kemenhub, dan semua stakeholder telah menyiapkan berbagai strategi operasional sebagai respons terhadap risiko tersebut.
“Strategi yang sudah kami buat antara lain pembagian pelabuhan di sisi pulau Jawa maupun Sumatra, empat pelabuhan sudah kami persiapkan. Kami juga menyiapkan strategi delaying system, karena karakteristik pelabuhan tidak memungkinkan kendaraan dipaksakan masuk ke dermaga. Intinya, SOP dan pengelolaan arus lalu lintas di darat dan penyeberangan sudah kami sinergikan. Negara hadir untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
