Ia menjelaskan, revitalisasi dilakukan karena sebagian bangunan sekolah sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat faktor usia. Bangunan tersebut telah berusia lebih dari 30 tahun dan kondisinya dinilai sudah tidak layak digunakan.
Dalam pekerjaan revitalisasi tersebut, terdapat sejumlah item pekerjaan, antara lain enam ruang kelas, kamar mandi, ruang administrasi, ruang guru, rumah penjaga sekolah, penataan lingkungan, gapura, serta pembangunan tower air.
Ketua Komite SD Inpres Oepula, Simon Kause, juga menyampaikan bahwa proses pembangunan berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari masyarakat serta orang tua siswa.
“Kami sebagai orang tua menyampaikan terima kasih karena bantuan ini membuat sekolah di kampung kami menjadi lebih baik. Anak-anak kami sekarang bisa belajar di ruangan yang baru dan lebih layak,” ujar Simon.
Ia juga membantah adanya informasi mengenai keributan dalam proses pembangunan sekolah.
“Kami tegaskan bahwa pembangunan berjalan dengan baik. Kalau ada isu bahwa terjadi keributan di sini, itu tidak benar. Dari awal sampai sekarang pekerjaan berjalan aman. Saya juga setiap hari melakukan kontrol terhadap pekerjaan agar semuanya tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
