Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Karnaval HUT RI ke-80 tingkat Kabupaten Nagekeo, Ndona Andreas Corsini menegaskan bahwa alokasi anggaran dalam rangka menyukseskan kegiatan tersebut sepeserpun pun tidak diambil dari APBD Kabupaten Nagekeo.
“Tidak, sepeserpun kita tidak pakai APBD, ini murni swadaya dan sumbangan teman-teman ASN” kata Andreas, Selasa 2 September malam.
Dia menyebut, estimasi biaya yang dikeluarkan panitia tidak lebih dari Rp 5 juta rupiah. “Hanya Rp. 5 juta saja, tidak lebih’ tegasnya lagi.
Disinggung soal kegiatan yang dilaksanakan tidak berdekatan dengan HUT RI, Filsuf asal Kecamatan Mauponggo ini mengatakan bahwa kegiatan yang ada kaitannya dengan menumbuhkan semangat kemerdekaan, jiwa nasionalisme dan patriotisme warga tidak harus dilaksanakan bulan Agustus. “Semangat Kemerdekaan tidak harus bukan Agustus, kapan saja” tegasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah dengan caranya masing-masing menyukseskan kegiatan tersebut. “Hanya ada satu kata untuk kita semua peserta pada malam hari ini anda luar biasa” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
