“Kalau orang mati biasanya ada bunuh babi atau hewan untuk bersih-bersih atau masak tentu butuh banyak air jadi kami bisa langsung tarik selang daripada dulu cape harus pergi ke sumur. Lebih capek dulu ketimbang sekarang setelah ada bantuan Yayasan Plan,” ungkapnya tersenyum lirih.
Di depan rumah Agustina terdapat halaman yang cukup luas dengan rerumputan yang masih tampak menghijau. Terdengar pekikan dari anak-anak yang tertawa ceria sambil menendang bola. Hampir sejam hingga kini pukul 16.30 mereka bermain ketika Agustina sibuk di belakang rumahnya bak-bak dan ember serta membersihkan kamar mandi.
Tak berapa lama Ando seorang anak bergegas ke sumur menimba air sedalam 70 meter untuk menyiram wajahnya yang berdebu serta mendinginkan tubuhnya. Keadaan ini berbanding terbalik setahun sebelumnya karena mereka tidak mungkin akan bermain sebebas ini dengan teman-temannya karena harus mengantri untuk menimba air di sumur. Bagi Ando sekarang ia dan teman-temannya bisa main tanpa harus terlalu berhati-hati jatuh atau apapun yang membuat dirinya atau bajunya menjadi kotor karena ketersedian air telah terjamin setelah ada bantuan Plan Internasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
