Para kepala desa se-kecamatanTobu yang hadir menyambut positif kegiatan ini. Mereka berkomitmen untuk mendukung penuh dan ikut memotivasi masyarakat desa masing-masing agar berpartisipasi aktif.
“Menurut mereka, lomba ini bukan hanya mempererat hubungan sosial antar warga, tetapi juga menggerakkan potensi kreatif dan bakat di bidang olahraga dan seni”, tega Fondri.
Selanjutnya kepala desa Pubasu Yeskial Kune mengatakan bahwa kami sebagai tuan rumah dalam kegiatan perayaan 17 Agustus menyambut baik dan akan selalu memberi yang terbaik buat desa-desa yang lain se-Kecamatan Tobu.
Kegiatan perayaan HUT kemerdekaan disambut baik oleh masyarakat Pubasu dengan berpartisipasi tanpa paksaan. Ada sumbangan secara suka rela per kepala keluarga 5.000 rupiah.
Lanjut Yeskial, kegiatan lomba olahraga dan seni ini diharapkan agar dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mampu membangun semangat nasionalisme sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan produktif.
“Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh pemerintah dan masyarakat desa Pubasu dengan melarang adanya permainan judi seperti kuru-kuru dan bola guling. Kami mengantisipasi adanya kegaduhan yang akan terjadi dalam perayaan kemerdekaan”, ujar Yeheskiel..
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
