Beranda Kesehatan Kecamatan Omesuri Adakan Lokakarya Pemutusan Mata Rantai Penularan Covid 19

Kecamatan Omesuri Adakan Lokakarya Pemutusan Mata Rantai Penularan Covid 19

149
0

LEMBATA, Flobamora-news.com – 22 Kepala Desa dan bidan desa Sekecamatan Omesuri mengikuti lokakarya pemutusan mata rantai penularan Covid 19. Rapat lintas sektor tersebut dipimpin Camat Omesuri Siprianus Suya S.H. Rapat tersebut dalam rangka mendukung Proses pemutusan mata rantai penularan Covid 19 di Kecamatan Omesuri secara khusus dan di Kabupaten Lembata secara umum. Rapat tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur pada, Rabu (1/4/2020) tepat pukul 10.30 WITA.

Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 1624 – 04 / Omesuri Kapten inf.Achmad Setyadi, Kepala Sabandar Pelabuhan Balauring, Kepala Puskesmas Balauring serta di ikuti Para Medis puskesmas Balauring,seluruh bidan Desa serta seluruh Kepala Desa Sekecamatan Omesuri.

Camat Omesuri Siprianus suya SH dalam sambutannya menyampaikan kepada semua Kepala Dess untuk bergandeng tangan dengan Tim Medis maupun para Babinsa dan Babinkamtibmas agar melakukan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk mentaati dan mengikuti semua instruksi dan arahan dari pemerintah pusat melalui kepala daerah. Dalam hal ini Bapak Bupati Kabupaten Lembata sehingga masyarakat kita terhindar dari covid 19. Untuk terhindar dari virus ini kita harud berdiam diri di rumah, cuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak, menggunakan masker, mengkosumsi makanan yang bergizi dan hindari tempat-tempat keramaian. Hal ini untuk memudahkan dalam pengawasan terhadap pelaku perjalanan. Untuk itu di setiap desa harus membangun Posko /Gugus Tugas.

Adapun Rencana tindak lanjut dari hasil rapat tersebut

1. Pembukaan posco / gugus tugas di desa masing-masing yang dikukuhkan dalam SK
Kepala Desa.

2. Yang dilakukan di pelabuhan laut yaitu pendataan dan penyemprotan desinfektan bagi
penumpang dan awak kapal.

3. Penyerasian anggaran untuk tanggal 1-5 April untuk bidang 5 dalam pemutusan mata
rantai covid.

4. Posko tingkat kecamatan.

5. Semua desa mulai membatasi kerumunan dan jika ada kematian maka dipersingkat jam
berkumpul atau di batasi.

6. Media promosi untuk Covid disiapkan secara sederhana oleh Puskesmas yang selanjutnya disebarkan ke semua desa.

7. Pembuatan Grup WA Satgas Kecamatan Omesuri.

8. Penyemprotan tempat-tempat umum di desa disesuaikan dengan kebutuhan.

9. Konsumsi hewan liar dihentikan untuk sementara.

10. Formulasi larutan desinfektan akan dis ampaikan oleh Puskesmas lewat bidan desa.

Sementara itu Danramil 1624 – 04 / Omesuri Kapten inf.Achmad Setyadi, memerintahkan agar setiap desa harus diadakan pengumuman setiap pagi dan sore menggunakan pengeras suara sehingga di dengar oleh masyarakat dan ketika posko di bangun siapkan perlengkapan seperti data-data pelaku perjalann. Petugas jaga seperti piket harus siap di tempat dan harus membentuk group WA tujuannya agar kita bisa saling berkoordinasi dan informasi pelaku perjalanan dapat dengan segera disampaikan ke posko pemantau.

“Setiap desa harus melakukan pengumuman setiap pagi dan sore, gunakan pengeras suara kepada setiap masyarakat agar melaporkan ke piket posko kalau ada saudaranya yang baru pulang atau pelaku perjalanan sehingga dapat dipantau. Kesadaran masyarakat juga sangat membantu agar kita dapat putuskan mata rantai penularan Virus Covid 19”, tutup Danramil.


Reporter: TEAM


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here