Komunitas Kopites Kupang Peduli Kebersihan Lingkungan

FlobamoraNews

Sampah di Arena Car Free Day Karena Ulah Penjual dan Masyarakat

KUPANG, Flobamora-news.com – Banyak orang beranggapan bahwa setiap Komunitas identik dengan hal-hal negatif. Tetapi kami Komunitas Kopites ini ingin merubah stigma masyarakat bahwa fans club sepakbola hanya utk senang-senang saja, hanya kumpul-kumpul, untuk nonton bareng dan main bola saja tetapi kami ingin menunjukan bahwa fans club itu juga peduli terhadap lingkungan dan sesama, beberapa kegiatan yang sering dilakukan yaitu donor darah, kunjungan sosial ke panti asuhan, bersih- bersih pantai dan lingkungan adalah agenda tetap Fans Club Kopites Kupang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Army Djami di arena Car Free Day, Sabtu (29/6/2019)

Perlu diketahui Komunitas Kopites telah berdiri di Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur sejak Tahun 2013.

Baca Juga :  Badan POM Kupang Adakan Sosialisasi Obat dan Makanan, Begini Caranya

Menurut Army, kami melakukan Program Kopites Kupang peduli lingkungan lewat aksi bersih-bersih sampah, ini merupakan agenda rutin kami di Arena Car Free day di Jalan El Tari 1 Kupang

“Pada awalnya, rencana akan dilakukan pembersihan sampah saluran air (got) di sekitar kompleks perumahan pegawai kejaksaan, tetapi karena gotnya sudah dipasang gorong-gorong sehingga fokus kami alihkan ke jalan raya dari depan Kantor Gubernur hingga ke Depan Rumah Jabatan Gubernur NTT. Dalam pelaksanaannya, kami menemukan banyak sekali sampah yg didominasi oleh plastik dan kertas. Ironisnya sampah yang ditemukan, juga berasal dari instansi-instansi pemerintah maupun non pemerintah peyelenggara kegiatan-kegiatan di Arena CFD tersebut. Padahal sebenarnya mereka dapat menjadi contoh bagi warga masyarakat biasa untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan”. Ujar Army Djami

Baca Juga :  Sehat, Enerjik dan Muda dengan BioSpray

Sementara itu Sekretaris Komunitas Kopites Valentino Serang menuturkan, sampah banyak dihasilkan oleh penjual-penjual makanan dan minuman, seperti sedotan, tissue, kertas, sisa makanan, plastik pembungkus makanan, gelas/ botol air mineral dan lain-lain. Sampah tersebut dibiarkan tergeletak begitu saja, padahal ada banyak sekali tempat sampah yang tersedia di sepanjang jalan tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi