Beranda Kesehatan Pemprov NTT Bekerjasama Dengan KKP Kupang Aktifkan Sembilan Thermal Scanner

Pemprov NTT Bekerjasama Dengan KKP Kupang Aktifkan Sembilan Thermal Scanner

253
1

KUPANG, Flobamora-news.com – Untuk  mengantisipasi penyebaran penyakit Pneumonia yang disebarkan oleh virus Corona, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang agar mengaktifkan sembilan Thermal Scanner atau alat deteksi panas suhu tubuh manusia.

“Saya sudah sampaikan kepada Kepala KKP agar sembilan thermal scanner yang ada segera difungsikan sehingga siapa saja yang masuk ataupun keluar dari provinsi ini dapat terpantau,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere kepada wartawan di ruangan Biro Humas dan Protokol, Jumat sore (24/1/2020).

Domi menyebutkan, sebagai daerah yang berbatasan dengan Timor Leste dan Australia, NTT memiliki sembilan Thermal Scanner yang berfungsi untuk memonitor setiap penumpang terutama dari daerah-daerah endemis. Alat-alat ini ditempatkan di Bandara El Tari, PLBN Motain, PLBN Motamasin dan di Labuan Bajo.

“Labuan Bajo telah menjadi kawasan pariwisata premium, maka kita minta KKP untuk menambah alat thermal scanner. Begitu juga dengan Sumba, Alor, Rote dan daerah destinasi pariwisata lainnya,” sebut mantan Direktur RSUD W.Z. Johannes Kupang itu.

“Tahun ini Kementerian Kesehatan akan mengadakan 135 thermal scanner untuk seluruh Indonesia. Kami akan segera koordinasikan agar bisa dapatkan penambahan alat ini,” sambung Domi.

Ia mengungkapkan, gejala orang yang terkena virus Corona sama seperti flu biasa. Namun gejalanya akan menjurus seperti penyakit SARS dan MERS yang menyerang pernapasan bagian atas. Dan, menjadi bahaya apabila sudah menyerang pernapasan bagian bawah.

“Kalau tidak ditangani secara cepat, akan membahayakan keselamatan jiwa. Karena penangannya harus saksama, maka petugas kesehatan pun harus diberikan protap dan perlindungan diri. Kita juga akan menyiapkan ruangan (isolasi) khusus di RSUD W.Z Johannes kalau ada penderita yang terpapar virus ini,” jelas Domi.

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu yang mendampingi Kadis Kesehatan NTT, meminta masyarakat untuk tetap tenang menghadapi berbagai virus dan penyakit yang terjadi.

“Prinsipnya, pemerintah provinsi akan berupaya sekuat tenaga memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat,” tandasnya.


Reporter: Sisca De Sousa/Dian T


1 KOMENTAR

  1. These fluid-filled cysts decrease the flexibleness of the kidneys to perform their
    necessary operate of filtering out all of the body’s unwanted waste.
    Polycystic kidney disease. This inherited disorder leads to the development
    of fluid-filled cysts everywhere in the kidneys,
    inflicting the organs to grow too giant and lose perform.
    Diabetes. Similarly, the effects of diabetes on the body over time also contribute to the development of kidney disease.
    Because of this, excess fluid and waste from blood
    stay within the body and should cause different health issues, akin to coronary heart illness and stroke.
    When your kidneys don’t do this, wastes and different
    toxins construct up in the blood. At its core, kidney disease relates to the organs’ inability to clear the
    blood of toxins. So what is diabetes kidney disease? What’s
    diabetes nephropathy then? Wastes faraway
    from the blood by the kidneys are then handed into the
    urine and movement out of the physique. Find out about the various kinds of kidney disease and the principle causes, with hyperlinks to additional helpful data.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here