Beranda Kesehatan & Pola Hidup Sampah Jadi Masalah Utama di Provinsi NTT Khususnya Kelurahan Kolhua

Sampah Jadi Masalah Utama di Provinsi NTT Khususnya Kelurahan Kolhua

11
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Setiap orang atau setiap keluarga adalah sumber penghasil sampah lingkungan atau kawasan.
Sesuai dengan UU No 18 tahun 2008, sampah dibagi dalam berbagai jenis yaitu sampah rumah tangga. Sampah sejenis sampah rumah tangga dan sampah plastik yang bersumber dari aktivitas rumah tangga, kawasan komersil, industri, B3, akibat bencana, puing bangunan dan sampah lain yang timbul secara periodik.

Menurut data BPS tahun 2017, masyarakat NTT berjumlah 5.271.550 jiwa, dengan estimasi sampah harian per orang 0,4kg sehingga potensi timbunan sampah 2.108, 62 ton per hari.

Saat ditemui media setelah kegiatan sosialisasi dan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat di kelurahan Kolhua, Jumat (8/11/2019).

Kepala Dinas Kebersihan Provinsi NTT Ferdi J. Kapitan mengungkapkan, komitmen dari pemerintah Provinsi NTT terkait dengan penanganan sampah di kota Kupang maka Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Provinsi NTT dan Kota Kupang bekerjasama dengan camat serta Lurah Kolhua bersama masyarakat bersepakat membangun bak sampah yang terletak di kelurahan Kolhua.

Lanjut Ferdi, penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara terpisah tapi masih terintegrasi.
Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah membangun kerjasama dan partisipasi dari masyarakat untuk menyadari tentang pentingnya lingkungan yang bersih termasuk penanganan sampah.

“Saya selalu mengatakan bahwa jangan melihat sampah sebagai suatu permasalahan tapi sampah juga bisa menjadi potensi yang dapat mendatangkan penerimaan” tambah Ferdi.

Untuk sementara ini, kita sedang menangani sampah B3 ( Bahan Berbahaya Beracun), yang berasal dari 50 rumah sakit dan puskesmas setiap NTT. Kita bekerja sama dengan PT. Semen Kupang untuk melakukan pembakaran sampah B3 khususnya sampah medis yang setiap harinya 1.200 kg.

Sementara itu Lurah Kolhua, Fester Hello saat di jumpai media, kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari pemerintah mengenai masalah sampah yang berada di kelurahan ini.

Tambah Fester, bahwa soal pengangkutan sampah dari warga ke TPS tidaklah menjadi masalah,tetapi yang menjadi persoalannya adalah dari pihak dinas kebersihan dalam mengangkut sampah dari masing-masing TPS ke TPA yang dapat membuat ricuh. Beliau sangat mengharapkan agar pengangkutan sampah dapat dilakukan 2 kali dalam sehari.

Untuk kelurahan Kolhua sendiri mendapatkan sarana dari pemerintah berupa motor sampah roda 3 1 unit, wadah sampah rumah tangga untuk 197 Kepala keluarga, mesin pencacah sampah organik 1 unit dan bangunan TPS 3R.


Reporter: Sisca De Sousa


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here