Wakil Walikota Dukung Pembentukan Forum Peduli Sungai Lintas Kota dan Kabupaten Kupang

Kontributor: Humas KotaEditor: Redaksi
FlobamoraNews

KUPANG, Flobamora-news.com – Wakil Walikota dr. Hermanus Man, menyatakan dukungan penuh upaya Pembentukan Forum Multipihak Peduli Sungai dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lintas Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi di Aula Rumah Jabatan Wakil Walikota pada, Senin (04/07).

Hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., para narasumber; Dr. Ir. Ludji Michael Riwu Kaho (Akademisi Undana), Dr. Ir. Roddialek Pollo, M.Si (Akademisi Undana), Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si., Kepala BPDASHL Benain Noelmina-NTT, para camat dan para lurah di wilayah Kota Kupang serta Camat Nekamese dan beberapa Kepala Desa di daerah tangkapan air di wilayah Kabupaten Kupang.

Wakil Walikota dalam sambutannya menyampaikan sudah saatnya Pemerintah Kota Kupang dengan berbagai multipihak bertemu dan berkoordinasi guna mengatasi problematika melindungi sungai dan DAS di Kota Kupang. Dia juga berharap bahwa pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, para pakar dan masyarakat dapat saling berkoordinasi dengan baik dalam menangani persoalan DAS.

Baca Juga :  PT Jasaraharja Putera Bayar Santunan Eks Gracia

Ditambahkannya untuk menangani persoalan krisis air serta persoalan konservasi tanah dan air perlu dilakukan pendekatan pentahelix, melibatkan semua pihak termasuk kelompok masyarakat dan akademisi. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dan butuh intervensi dari pihak lain juga. Forum ini tidak hanya sekedar pertemuan biasa tapi juga melahirkan rekomendasi dan masukan yang dapat diimplementasikan. “Apa tindak lanjut dari kegiatan ini, aksi nyata, siapa buat apa dan ketersediaan sumber daya perlu jadi perhatian,” ungkapnya.

Wawali juga berharap agar forum tersebut memperhatikan sejumlah hal sebagai aksi nyata. Pertama menurutnya, perlu ada edukasi, komunikasi dan informasi tentang persoalan serta upaya konservasi bagi penduduk yang tinggal di sekitar DAS. Aksi nyata lainnya adalah mengelola DAS secara baik dan mengurangi pencemaran sungai, yang diakibatkan oleh sampah dan kotoran dari WC warga. Untuk itu Wawali mendorong perlu adanya gerakan massif untuk konservasi DAS. Dia percaya keberadaan forum akan membuat upaya itu menjadi praktis karena semua pemangku kepentingan ada di dalamnya.

Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-news.Com Dengan Pemkot kupang. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pemkot kupang. 
Tulisan ini berasal dari redaksi