Beranda Kota Kupang Manek Bria Pria Cacat, Penjual Koran Dapat Bantuan dari Jasa Raharja NTT

Manek Bria Pria Cacat, Penjual Koran Dapat Bantuan dari Jasa Raharja NTT

140
0

Pahlevi B. Syarif: Kasih Menyadarkan Kami Bagaimana Rasa Memiliki dan Menyanyangi Sesama. Untuk itu kami berbagi dengan saudara kami Manek Bria bukan untuk mendapat pujian tetapi karena kasih.

KUPANG, Flobamora-news.com – Kasih adalah perasaan yang dimiliki oleh setiap Insan (manusia), perasaan ini akan timbul apabila manusia tersebut mempunyai rasa memiliki dan menyayangi. Dan dengan adanya rasa kasih tersebut membuat manusia mempunyai tujuan hidup yang akan diperjuangkan. Hal tersebut diterapkan oleh PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Nusa Tenggara Timur sebagai wujud kasih dan peduli kepada masyarakat terdampak Covid-19. Dimana Jasa Raharja membagikan sembako bagi Manek bria, (39) pria asal dari desa umalor Kabupaten Malaka, yang saat ini tinggal di Desa Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang pada, Rabu (21/5/2020) beberapa hari yang lalu.

Menurut Kepala Jasa Raharja NTT Pahlevi B. Syarif, bahwa memberi bukan berarti kami kelebihan tetapi karena kami  memiliki rasa peduli terhadap sesama apalagi beliau salah satu warga yang terdampak Covid-19.

“Makna kasih yang sesungguhnya itu bagaimana kita memberi yang terbaik buat orang lain, baik itu membahagiakan, tidak merebut kebahagiaan orang lain dan membuka pintu hati untuk sebuah kasih. Kalau kita memiliki Kasih sudah tentu kita memiliki suatu perasaan dan rasa sayang. Oleh karena itu dengan rasa sayang itu setiap insan dapat merasakan kebahagiaan yang hakiki. Apabila sifat kasih sayang mulai luntur dan sifat dendam, kebenciannya lebih besar maka akan menjanjikan kehancuran kepada sesuatu bangsa atau masyarakat. Apalagi saat ini menjelang hari Raya Idul Fitri. Marilah kita semua mau berbagi dengan saudara-saudara kita yang berkekurangan”, ujar Pahlevi penuh harap.

Manek Bria, pria asal Malaka.yang mengais rejeki di Kota Kupang mengisahkan bahwa saat ini ia memiliki seorang isteri (Yuliana seuk) dan Enam orang anak. Anak paling besar sementara kuliah semester 1 di Universitas Nusa Cendana dan yang bungsu baru berusia 3 bulan. Untuk menghidupi isteri dan anak-anaknya hanya dengan berjualan koran. Pendapatan dari hasil jualan koran sangat sedikit apalagi adanya virus Covid-19 kami sangat kesulitan sekali.

“Hari ini beta sonde (saya tidak) percaya kalau dapat banruan sembako dari bapak-bapak Jasa Raharja. Bantuan ini sangat berarti bagi beta dengan isteri dan anak-anak. Ini berkat yang luar biasa. Beta sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Jasa Raharja yang telah membantu saya, kiranya TUHAN membetkati bapak-bapak Jasa Raharja dan keluarga”, kata Manek dengan wajah kesedihan.

Sementara itu Kanit Keuangan Akuntansi dan PKBL, Krisnoadi K. Nugroho didampingi Staf Bayu B. Pramono yang menyerahkan langsung bingkisan sembako mengatakan, bahwa saat kami lewat jalan El Tari II kami melihat beliau sedang menjajakan koran kepada setiap kendaran yang berhenti di lampu merah. Secara spontan Kami tergerak hati untuk memberi bingkisan ini. Saat hendak menyerahkan bingkisan ini kami kaget karen beliau cacat. Beliau juga kaget karena tidak menyangka akan mendapatkan bantuan dari kami.

“Pak manek menerima bingkisan dengan sukacita dan penuh keharuan beliau menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diperolehnya dari Jasa Raharja”, tutup Krisnoadi.


Reporter: Yanto JR


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here