Salah satunya yakni ‘kegagalan’ proyek geothermal di Mataloko, Kabupaten Ngada yang sudah hampir 30 tahun dan bahkan terancam akan ditutup.
Padahal, kegagalan di Mataloko tidak berarti kita berhenti membangun kembali dengan kajian yang holistik.
Tentu ada contoh keberhasilan proyek geothermal di beberapa negara, seperti disebutkan Menteri Perindustrian RI 2014-2016, Saleh Husin.
Pada prinsipnya, kita tidak serta-merta meraih keberhasilan dalam pengadaan energi geothermal ini tanpa SDM berkualitas, karena pembangunan geothermal itu merupakan hasil sains yang harus akurat dan berdasarkan feasibility studies yang lengkap dan dijalankan dengan dukungan SDM yang profesional.
Hal itu muncul dalam diskusi setelah Romanus Lendong, menekankan kualitas SDM dalam menyokong pembangunan geothermal di NTT.
Begitu pentingnya transformasi energi dari fosil ke Energi Baru dan Terbarukan (EBT), bermuara pada target pemerintah, yakni agar kita kelak menggunakan energi zero emision.
Demikian hal itu diberi aksentuasi khusus oleh Satya W.Yudha, Anggota Dewan Energi Nasional yang merupakan mitra Kementerian ESDM RI.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
