Beranda Lintas NTT Marthen Tualaka: Jangan Tempatkan Dokter Sesuai Dengan Keinginannya Sendiri

Marthen Tualaka: Jangan Tempatkan Dokter Sesuai Dengan Keinginannya Sendiri

642
0

SOE, Flobamora-news.com – Kunjungan Kerja Panitia Khusus LKPJ bupati tahun 2019 menemukan begitu banyak persoalan yang terjadi, khususnya pelayanan kesehatan diberbagai tempat. Misalnya di Puskesmas Noebana, Kecamatan Noebana dan Puskesmas Manufui Kecamata Santian Kabupaten TTS bahwa selama Tiga tahun melayani tanpa dokter. Sebagai Ketua Pansus saya ingatkan agar jangan tempatkan dokter sesuai dengan keingjnannya sendiri. Hal ini terungkap saat Kunker pada, Selasa (30/6/2020).

Dimana pansus mendapatkan dua puskesmas ini tidak memiliki tenaga dokter dari tahun 2018 samapi dengan sekarang 2020. sedangkan kedua Puskesmas ini melayani masing-masing lima desa dengan berbagai jenis keluhan penyakit.

Kepala Puskesmas Noebana, Noldi Bana mengatakan bahwa, di Puskesmas Noebana dari tahun 2018 tidak memiliki tenaga dokter, dan selama ini resep obat di buat oleh perawat. Jika ada pasien yang gawat darurat kami berkonsiltasi ke dokter yang berada di RSUD Soe, sehingga kalau dokter minta agar pasien dirujuk, maka petugas Puskesmas siap untuk rujuk. Tapi kalau dokter bilang tidak perlu di rujuk, maka pasiennya dirawat di Puskesmas saja sambil dipantau oleh dokter dari RSPD Soe.

Hal yang sama di ungkap oleh PIPK di puskesmas Manufui, Ningsi Mana’o, bahwa, sejak tahun 2018, di puskesmas Manufui, kecamatan Santian kabupaten TTS, tidak ada dokter sampai dengan sekarang, sehingga pelayanan pasien sama sekali hanya mengandalkan keahlian dan pengetahuan para perawat dan bidan, lanjut dia, kami di puskesmas Manufui sama sekali tidak ada tenaga apoteker, sehingga tenaga bidan yang dipakai untuk melayani di apotiker, jadi harapan kami kalau bisa puskesmas Manufui diberi tenaga dokter dan tenaga apoteker sehingga pelayanannya bisa maksimal, karena di puskesmas Manufui melayani pasien di lima desa dengan jumlah pasien perbulan 500 orang lebih. jelas Ningsi.

Ketua Pansus LKPJ bupati TTS, tahun 2019, Marten Tualaka, S.H,M.Si mengatakan bahwa, jika di puskesmas tidak ada tenaga dokter, maka sudah pasti pelayanan tidak akan maksimal, dan bisa saja sewaktu-waktu terjadi mal prakter karena tidak ada resep dokter, dan hanya mengandalkan resep dari tenaga perawat dan tenaga bidan. Lanjut Marten, dalam permenkes, yang bisa memberikan resep hanya dokter, sedangkan tenaga perawat dan bidan tidak di ijinkan untuk memberikan resep obat bagi pasien.

“Seharusnya penempatan dokter bukan menjadi pilihan, sehingga dokternya mau dimana maka ditempatkan di situ, tetapi penempatan dokter sudah harus menjadi kewajiban, jadi tidak perlu harus menempatkan dokter sesuai dengan pilihannya sendiri. Marten juga menambahkan bahwa, pansus akan evaluasi kembali apakah tenaga dokter sudah cukup untuk ditempatkan pada setiap puskesmas atau belum. Karena bisa saja pendistribusian tenaga dokter yang tidak merata, dan bisa jadi ada penimbunan tenaga dokter pada puskesmas yang ada di kota, serta di RSUD Soe. dan jika tenaga dokternya sudah mencukupi, tapi penempatanya yang tidak merata, maka pemerintah segera menepatkan tenaga dokter pada puskesmas yang belum ada tenaga dokter. Lanjut dia, pansus sementa menghimpun data tentang jumlah tenaga dokter di setiap puskesmas, dan rumah sakit serta di dinas kesehatan TTS, agar dilakukan analisa tentang ketersediaan tenaga dokter di TTS, sehingga jika dokternya tidak mencukupi kouta yang ada, maka pemerintah segera merekrut tenaga dokter PTT, agar bisa menjawab kekurangan tenaga dokter di setiap puskesmas, karena urusan kesehatan adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa harus beralasan bahwa, dana tidak cukup untuk pengadaan tenaga dokter”, pungkas Marten.


Reporter: JOR T


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here