Beranda Ekonomi Bisnis Masyarakat Petani Ajak Sehati Ikut Panen Raya

Masyarakat Petani Ajak Sehati Ikut Panen Raya

295
0

Belu, Flobamora-news.com – Beberapa masyarakat petani mengajak bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Belu dari paket sehati untuk mengikuti panen raya hasil tomat di desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Rabu (22/7/2020).

Perkebunan tomat seluas 50 Are tersebut dikelola secara bersama oleh empat orang petani antara lain Fransiskus Ote Taek, Yulius Kala, Herman Taek, dan Yosep Berek.

Keempat masyarakat petani tersebut berinisiatif mengajak Bakal Calon pemimpin Belu dari Paket Sehati lantaran selama ini tak mendapat perhatian, baik dari pemerintah Kabupaten Belu maupun dari Pemerintah Desa Leuntolu.

Niat mereka agar saat dipercayakan oleh masyarakat untuk memimpin Belu, Bupati dan Wakil Bupati dari Paket Sehati dapat memberikan perhatian lebih kepada masyarakat petani mulai dari proses persiapan lahan hingga pemasaran.

Frannsiskus Ota Taek kepada media ini menuturkan bahwa hasil pertanian di Desa Leuntolu saat ini sangat memuaskan. Akan tetapi, mereka mengalami kesulitan saat menjual hail panenan ke pasar. Selain itu, harga pasar yang tidak stabil membuat para petani mengalami kesulitan untuk menghitung keuntungan yang bisa mereka dapat.

Menurutnya, bila pemerintah memiliki manajemen yang baik dalam proses pemasaran, maka akan sangat membantu para petani dan juga dapat menekan kestabilan harga pangan di pasaran.

“Dari dulu kami tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah, baik mulai dari pengolahan lahan, bibit, pupuk, insektisida, hingga proses pemasaran hasil panen. Ini buat keuntungan yang kami dapat tidak tetap,” ujarnya.

Dikataka bahwa selama ini, mereka menggunakan tengkulak dalam proses pemasaran. Akibatnya, harga tomat pun selalu tidak stabil.

“Kalau kita mau panen, mau tidak mau kita harus hubungi dulu tengkulak. Biasanya harga tomat itu selalu berubah-ubah. Kalau mereka datang beli dengan harga murah, terpaksa kami harus jual karena kalau tidak dijual, maka akan rusak,” tutur Frans.

Bicara soal biaya yang mereka gunakan dari hasil panen saat ini, Frans menjabarkan bahwa mulai dari proses persiapan lahan hingga panen, biaya minimal yang sudah mereka gunakan kurang lebih sekitar Rp 10 Juta dengan menanam 25 ribu pohon tomat di kebun seluar 50 are itu.

Akan tetapi, mata kita akan terbelalak ketika mendengar penghasilan yang mereka dapatkan dari 25 ribu pohon tomat hasil kerja keras mereka itu.

Fransiskus menuturkan bahwa dua pohon tomat bisa menghasilkan minimal 1 ember. Itu artinya, 25 ribu pohon tomat bisa menghasilkan 12.500 ember. 1 ember tomat dirata-ratakan seharga Rp 30.000. bila dihitung maka 12.500 ember itu akan menghasilkan Rp 375 juta. Itulah penghasilan kotor yang bisa mereka dapatkan dari tomat yang ditanam di kebun seluar 50 are tersebut.

Keuntungan ini akan lebih maksimal jika sektor Pertanian mendapat sentuhan dari pemerintah. Untuk bisa sampai kepada hal itu, maka perlu ada kerja sama dan inovasi lintas sektoral. Mulai dari pengolahan lahan, penyediaan bibit dan pupuk, pendampingan, hingga pemasaran hasil panen.

Aprianus Hale selaku Ketua Petani Nasdem Kabupaten Belu menceritakan pengalamannya ketika menimba ilmu berada di Israel. Dikatakan, Pemerintah Israel memiliki manajemen yang baik dalam sektor pertanian. Mulai dari proses persiapan lahan hingga pemasaran hasil panen menjadi tanggung jawab dari pemerintah. Karena itu, tak heran bila banyak petani menjadi orang kaya di sana.

“Apa yang saya dapatkan di Israel bukan tidak mungkin untuk dilakukan di Kabupaten Belu. Perlu ada kerja sama lintas sektoral dengan melepas segala ego untuk mencari keuntungan pribadi. Karena itu perlu ada pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang memikirkan kesejahteraan rakyatnya, bukan kesejahteraan dirinya,” tandasnya.

Dikatakan lebih lanjut, sektor pertanian adalah sektor utama dari hidup manusia selain pendidikan dan kesehatan. Karena itu, perlu ada kerja ekstra dari pemerintah pada sektor pertanian agar masyarakat dapat hidup sejahtera.

Senada dengan apa yang disampaikan Aprianus Hale, dr. Agus Taolin yang maju sebagai bakal Calon Bupati Belu dalam Piklada Belu 2020 dari paket Sehati menuturkan bahwa dirinya berkomitmen untuk memperhatikan aspek pemasaran hasil pertanian masyarakat demi menjaga harga jual komoditas pertanian serta demi mendukung kesejahteraan petani.

“Kalau kita punya jaringan untuk memasarkan hasil pertanian, misalnya tomat, maka tomat yang kita tanam dapat dipasarkan di super market, di toko-toko besar, hotel, restaurant dan sebagainya. Tetapi untuk sampai ke situ, produk yang kita hasilkan juga harus benar-benar terjamin, baik dari jumlah maupun dari kualitasnya,” ungkapnya.

Selain target market yang jelas, dikatakan oleh dr. Agustinus bahwa pengolahan hasil pertanian menjadi produk lain sesuai dengan permintaan pasar akan menjadi salah satu program yang dilaksanakan oleh pihaknya. Misalnya tomat, seperti yang dihasilkan oleh para petani di wilayah tersebut dapat diolah menjadi saus tomat yang memiliki kemasan yang bagus dan berkualitas serta dapat dipasarkan ke berbagai tempat.

“Ini butuh orang yang memiliki konsep pemikiran dan kemampuan untuk membangun jaringan dengan pengguna produk kita,” tegasnya.

Selain aspek pemasaran, dr. Agustinus menambahkan bahwa para petani juga harus memiliki pendamping pertanian yang memahami tentang tata kelola dan teknis pertanian. Tenaga pendamping ini akan diambil dari para sarjana pertanian atau juga para petani lokal yang diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan.

dr. Agustinus menuturkan bahwa dirinya sangat bangga bisa bertemu dengan para petani. “Mereka telah mengolah lahan pertanian dengan baik sehingga menghasilkan hasil panen yang baik pula,” pungkasnya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar