Beranda Lintas NTT Pansus Akan Mendorong APH Menyelidiki Dugaan Penyalagunaan Keuangan Negara di PD Mutis...

Pansus Akan Mendorong APH Menyelidiki Dugaan Penyalagunaan Keuangan Negara di PD Mutis Jaya

346
0

SOE, Flobamora-news.com – Panitia khusus LKPJ Bupati TTS tahun 2019, melakukan uji petik di perusahaan daerah (PD) Mutis Jaya Soe karena diduga ada penyimpangan keuangan negara. Rombongan pansus yang tiba lokasi namun kantor PD Mutis Jaya sudah ditutup dan tidak ada seorang pegawai PD Mutis Jaya yang terlihat di lokasi. Rombongan Pansus yang di pimpin langsung  Ketua DPRD kabupaten TTS, Marcu Mbau walau pun tidak dihadiri oleh beberapa anggota Pansus dari sejumlah fraksi partai politik yang ada dalam lembaga DPRD TTS. Kunjungan Kerja ini berlansung pada Rabu (8/7/2020) tepatnya pukul 15:30 WITA.

Telihat di lokasi PD Mutis Jaya, Ketua Pansus, Marten Tualaka, wakil ketua pansus, Uksam Selan, Anggota pansus, Askenan Afi, dan Lusianus Tusalak. walaupun sebagian besar anggota pansus yang tidak hadir tapi itu bukan sebuah alasan untuk pansus terus melakukan uji petik di lapangan.

Dilokasi PD Mutis Jaya, Salah satu pegawai pada kantor Dinas P3A kepada Pansus bahwa sudah beberapa hari kantor PD Mutis Jaya tertutup dan tidak ada pegawai, serta dirinya tidak pernah melihat aktifitas di kantor tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Lanjut dia, Sebelumnya memang ada aktifitas tapi akhir-akhir ini kantor tidak dibuka.

Ada dugaan penyimpangan keuangan negara, sehingga hai ini yang membuat pihak Kejaksaan Negeri Soe sedang menelusuri dugaan salah pengelolaan dana penyertaan modal dari Pemda TTS ke PD Mutis jaya sebesar Rp 1miliar lebi

Karena pansus menemukan kantor PD Mutis Jaya yang sedang dalam keadaan tertutup, maka ketua pansus LKPJ Bupati TTS tahun 2019 Marten Tualaka, S.H, M.Si, kepada sejumlah wartawan dari berbagai media bahwa, pansus akan mendorong dan mendukung pihak APH dalam hal ini Kejaksaan Negeri Soe, untuk menuntaskan penyidikan kasus di PD Mutis Jaya terkait dugaan salah pengelolaan dana penyertaan modal dari Pemda TTS ke PD Mutis Jaya sebesar 1 Milyar lebih.

Hal Ini dilakukan guna memastikan apakah ada kerugian negara atau tidak, sehingga bisa hilangkan pandangan bahwa perusahaan plat merah selalu bangkrut. Pemda sudah dua kali mengalokasikan dana ke perusahaan daerah tersebut namun pengelolaannya tidak jelas”, jelas Marten.

“Kami akan terus mendorong penegak hukum agar segera tuntaskan prosesnya untuk bisa memastikan kerugian negara. Pansus juga ada beberapa agenda uji petik lapangan yang akan dilakukan sebelum rapat menyampaikan laporan pada paripurna DPRD TTS lusa nanti”.kata Marthen.

Wakil ketua Pansus, Uksam Selan menambahkan bahwa, kami akan terus mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk terus menelusuri dugaan pengelolaan kerugian negara pada PD mutis jaya,

“Bukan hanya di PD mutis jaya saja tetapi kami juga akan mendorong APH untuk terus menelusuri bangunan pemerintah yang gagal pembangunan dan gagal pemanfaatannya agar jika dalam penyelidikan, di temukan ada kerugian negara, maka perlu di tindak lanjuti agar TTS bersih dari korupsi”, tutup Uksam.


Reporter: JOR T


Komentar