Beranda Lintas NTT Pemkab Belu Terus Berupaya Mengentaskan Kemiskinan

Pemkab Belu Terus Berupaya Mengentaskan Kemiskinan

92
0

Foto: Bupati Belu, Willybrodus Lay saat menemui Menteri Sosial Juliari Batubara, di Jakarta tanggal 17 Januari 2020.

ATAMBUA, Flobamora-news.com – Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H dan Wakil Bupati, Drs J.T Ose Luan terus berupaya memberantas kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. di Kabupaten Belu. Untuk

mengatasi masalah tersebut tidaklah mudah dan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah tetapi harus bersinergi dengan pemerintah pusat lewat berbagai program di Kabupaten Belu.

Untuk mempercepat pengetasan kemiskinan, Willybrodus Lay tak tinggal diam. Ia terus memperjuangkan sampai ke pemerintah pusat demi kesejahteraan masyarakat Rai Belu.

Baru-baru ini, Bupati Belu, Willy Lay menemui Menteri Sosial Republik Indonesia, Juliari Batubara di Jakarta. Bupati Willy Lay kepada wartawan mengatakan, ia bertemu Menteri Sosial untuk mendiskusikan data baru penerima manfaat PKH di Kabupaten Belu yang sudah diverifikasi dan validasi.

Dihadapan Menteri Sosial, Bupati Belu menyampaikan bahwa masih banyak keluarga miskin di Kabupaten Belu yang belum mendapatkan PKH. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan data terbaru untuk diserahkan kepada kemensos agar bisa mendapat tambahan quota penerima manfaat PKH.

Bupati Willy Lay meminta tambahan quota penerima manfaat PKH sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Belu. Karena tujuan dari PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi peserta PKH dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu, Maria Sabina Mau Taek yang ditemui Pos Kupang.Com, Rabu (28/1/2020) mengatakan, Bupati Belu telah bertemu dengan Menteri Sosial untuk mendiskusikan hal-hal penting yang berkaitan dengan program PKH sekaligus meminta tambahan quota penerima manfaat PKH di Kabupaten Belu.

Sesuai data Dinas Sosial Kabupaten Belu, jumlah penerima manfaat PKH tahun 2020 sebanyak 9.699 KPM atau menurun dari tahun 2019 sebanyak
10.148 KPM. Sedangkan jumlah keluarga miskin di Kabupaten Belu versi Dinas Sosial sebanyak 22.475 KK. Data tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat 12.776 KK yang belum mendapatkan PKH.

Hal ini yang sedang diperjuangkan Bupati Belu di Kementerian Sosial agar bisa menambah quota penerima manfaat PKM di tahun 2020 dan tahun-tahun selanjutnya.

Menurut Maria, data keluarga miskin dan keluarga penerima PKH sudah diverifikasi dan divalidasi dan data tersebut sudah diserahkan ke Kementerian Sosial. Harapannya, Kementerian Sosial dapat menjawabi permintaan Pemkab Belu yang disampaikan langsung Bupati Belu, Willy Lay.

Maria mengatakan, ada tiga komponen yang menjadi syarat bagi keluarga penerima manfaat PKH yakni, komponen pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Komponen pendidikan dalam arti, penerima manfaat PKH memiliki anak sekolah, baik tingkat SD, SMP maupun SMA. Komponen kesehatan meliputi ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita. Sedangkan komponen kesejahteraan sosial bagi orang lanjut usia (lansia) dengan ketentuan umur 70 tahun ke atas dan disabilitas berat (tidak bisa tolong diri sendiri).

Dalam program ini juga mengatur tentang jumlah tanggungan. Sesuai aturan, dalam satu keluarga penerima manfaat, maksimal empat orang yang ditanggung.

Maria menambahkan, secara teknis di lapangan, porgram ini diawasi oleh pendamping PKH. Jumlah pendamping PKH Kabupaten Belu sebanyak 42 orang. (Advetorial).


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here