“Saya merasa sangat sakit hati karena pada usia 63 tahun saya diperlakukan seperti itu. Apakah beliau lebih baik dari saya, atau kita sama-sama manusia?” ujar Marta yang juga menyebut telah dipanggil oleh seorang petugas laki-laki yang menyatakan ia salah dalam menempatkan sampah.
Selain itu, ia mempertanyakan waktu teguran yang tidak langsung disampaikan oleh pihak rumah sakit. “Kenapa saya tidak langsung ditegur saat membuang sampah pada pukul 11.00? Kenapa harus menunggu sampai setelah pergantian jam sekitar pukul 14.00, baru saya dipanggil dan disuruh membongkar kembali? Itu yang saya tidak terima,” katanya.
Meskipun mengakui dan memahami pentingnya aturan kebersihan baik di lingkungan rumah sakit maupun sehari-hari, Marta menegaskan tidak pernah menerima penjelasan terkait peraturan tersebut sebelum kejadian terjadi. Ia telah mendampingi cucunya yang sedang berobat sejak tanggal 3 dan 4 Februari, dengan kejadian berlangsung sekitar pukul 11.00 pada tanggal 5 Februari. Ia mengaku membongkar sampah tanpa menggunakan alas tangan apapun, sementara diperintahkan untuk menyelesaikannya dengan cepat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
