2. di taman Bu’at kurangnya kuliner, Dinas Parawisata harus memperhatikan hal ini, karena kalau orang mau datang untuk berekreasi namun tidak ada yang dimakan ketika ia lapar maka otomatis pengunjung tidak akan betah dan berlama-lama di Bu’at.
“Saya berharap kalau bisa Dinas Parawisata kalau ingin pengunjung betah dan mau berkunjung terus ke obyek wisata ini harus menghadirkan sesuatu yang unik”, ujarnya.
“Kita seharusnya menyediakan cendramata seperti kaus yang disablon lalu kemudian dijual buat pengunjung. di mana pun orang itu berada dan menggunakan kaustum tersebut maka secara tidak langsung sudah mempromosikan obyek wisata yang ada di TTS”, tegas Melki.
Kabid Pengembangan Destinasi Parawisata Yerobeam M. Benu S.ST mengatakan bahwa terkait karcis bagi pengendara sudah ada dan sebenarnya karcis ATV sudah diatur dalam Perda Nomor 1 tahun 2024, namun pada tahun 2024 Dinas parawisata belum pengadaan ATV. Adanya pengadaan setelah perubahan anggaran tahun 2024.
“Kami harus melakukan pengajuan sesuai dengan kebutuhan barulah karcis dicetak dan barusan pihak yang mencetak karcis telah menghubungi saya bahwa karcisnya sudah selesai dicetak dan akan segera gunakan di lapangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
