Kegagalan yang berkali-kali inilah yang menjadikan seorang Gonzalo tangguh, kokoh dan memiliki daya tarung yang militan. “Kegagalan Caleg selama empat kali pemilu itu menjadikan saya dewasa, memiliki pengalaman sekaligus ilmu yang luar biasa sehingga saya menikmatinya dengan senang hati,” tuturnya.
“Saya memiliki filosofi bahwa seorang pemimpin sejati tidak dilahirkan dengan kemudahan dan kemewahan tapi pemimpin sejati itu dilahirkan dari penderitaan, keterbatasan dan kegagalan berkali-kali”, imbuh Gonzalo pula.
Perkembangan PAN di NTT pada periode 2010-2015 begitu luar biasa. Dari 24 kursi naik menjadi 45 kursi pada Pileg 2014 dan mencatat sejarah prestasi di beberapa Kabupaten termasuk Kabupaten Ngada yang mendapatkan 7 (tujuh) kursi di DPRD Ngada sekaligus mencatat sejarah Ketua PAN Bapak Marianus Sae menjadi Bupati dan saudara Helmut Waso Sekretaris PAN menjadi Ketua DPRD Ngada. Itu semua berkat tangan dingin yang persembahkan oleh saudara Eurico Guterres dan Gonzalo Bersama pengurus DPW saat itu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
