Selain itu, Dr. Nino juga membahas terkait perpanjangan waktu operasional pintu perbatasan demi memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di kedua negara. Hal ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas warga dan mempererat hubungan sosial ekonomi.
“Ke depan, kita akan mengaktifkan kembali pasar-pasar tradisional di sepanjang perbatasan. Ini akan melibatkan semua pemangku kepentingan dan stakeholder terkait. Pembahasan akan dilanjutkan dalam diskusi-diskusi mendalam beberapa waktu ke depan, baik dengan pemerintah pusat di Timor Leste maupun di Indonesia,” tambahnya.
Menurut Dr. Nino, kegiatan seperti ini harus dilakukan secara rutin dan menjadi agenda tetap agar kolaborasi di wilayah perbatasan semakin terarah dan bermanfaat bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH, Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, Konsulat Timor Leste, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Belu. Kunjungan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat persahabatan dan mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
