Kepala Dinas Pariwisata Nagekeo, tema yang dipilih mengingatkan kita akan pentingnya menyulut api peradaban melalui promosi Kampung Adat.
Selain mempromosikan potensi pariwisata, Festival One Be tahun ini targetnya adalah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dan percepatan ekonomi sebab Festival diselenggarakan pada hakekatnya menciptakan keramaian sehingga ekonomi bergeliat.
Menurut Silvester, ada 13 syarat kurasi dalam Kharisma Event Nusantara diantaranya dengan nama yang sama Nagekeo konsisten mengelar festival selain itu ada kolaborasi dan swadaya dari masyarakat dalam menyumbang yang sudah dibuktikan pada festival tahun ini.
“Event ini tidak menjadi ajang berurusan dengan politik namun hanya pariwisata. Untuk masuk di Kharisma Event Nusantara butuh partisipasi dari masyarakat dan kali ini swadaya dari 7 komunitas. Untuk kegiatan ini dukungan spontanitas masyarakat dalam bentuk uang dan barang sebagai bentuk kolaborasi ini juga sebagai bahan penilaian, ” pungkas Silvester.
Silvester menambahkan untuk membiayai festival ini anggarannya dari APBD sekitar Rp.127 juta kemudian dapat dukungan Provinsi NTT sebesar Rp. 90 juta. Selain itu ada komponen kontribusi dari Pariwisata NTT ke kelompok komunitas sebesar 5 juta. (****)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
