Gusti menegaskan bahwa tanggung jawab teknis pengadaan berada di tangan pengurus BUMDes, sementara pemerintah desa hanya mendorong percepatan proses.
“Beta bukan pemain proyek. Uang sudah ada di rekening BUMDes dan tanggung jawab semua itu ada di BUMDes. Kita sebagai pemerintahan desa hanya mendorong agar cepat, namun karena terkendala ketersediaan ayam yang belum ada, kita sementara menunggu,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Amanuban Tengah, Selfina Nitbani, membenarkan bahwa dana desa telah ditransfer 100 persen ke rekening BUMDes. Pihak kecamatan juga telah melakukan pemantauan berkali-kali dan mendorong pengurus BUMDes untuk mencari penyedia ayam siap produksi.
“Kami dari kecamatan sudah beberapa kali monitoring dan menyampaikan kepada pengurus BUMDes untuk mencari penyedia atau supplier yang menyiapkan ayam petelur yang siap berproduksi. Soal anggaran, desa sudah mentransfer 100 persen sehingga BUMDes yang mengelola dana tersebut,” jelas Nitbani.
Kondisi kandang yang masih kosong telah memunculkan kritik dari masyarakat Desa Taebesa. Beberapa warga mempertanyakan perencanaan awal program, terutama terkait kesiapan suplai sebelum pencairan dana dilakukan secara penuh.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
