”Kalau anak-anak SD, SMP dan SMA kita dididik dengan baik, diberikan knowledge dan dibentuk karakternya oleh orang-orang hebat, maka pasti sampai perguruan tinggi manapun dia akan tetap menjadi orang hebat” sambungnya.
Turut berbicara dalam sekapur sirihnya, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengajak seluruh peserta untuk melakukan refleksi kritis terhadap nilai-nilai dari seluruh rangkaian perayaan kegiatan hari itu. Pesannya agar benar dapat dimaknai nila-nilai gotong royong, nilai keluarga, nilai dan karakter pendidikan dan teknologi.
“Peradaban ditentukan oleh nilai. Nilai ditetukan oleh karakter. Peradaban dan karakter hanya bisa dibentuk melalui pendidikan. Desa makmur, Negara maju. Desa susah, Negara kangaranga (bingung)” sebut Nae Soi mengawali sekapur sirihnya disambut riuh tepukan tangan.
Senada dengan Gubernur, Nae Soi menyebutkan bahwa untuk mewujutkan NTT bangkit dan masyarakat sejaterah diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Seluruh elemen mayarakat harus saling bersinergi dan bergotog royong. “Kalau kita bekerja sama-sama maka seluruh masyarakat NTT pasti akan sejaterah. Walaupun murah dan ngarai, walaupun lembah dan gunung yang tinggi tapi kalau kita bekerja secara gotong-royong, kita bersama-sama se-Nusa Tenggara Timur pasti akan Sejahtera” sebut putra Ngada itu mengartikan sebuah istilah dalam bahasa Bajawa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
