“O’besi adalah pijakan awal penataan administrasi pemerintahan di daerah ini. Pertimbangan strategis mendorong pemerintah Belanda saat itu untuk melangkah menuju Soe, sebuah kawasan yang kini tumbuh menjadi salah satu jantung peradaban di Pulau Timor, pusat pemerintahan, dan simpul pemersatu seluruh masyarakat Timor Tengah Selatan.”
Bupati menegaskan bahwa napak tilas ini bukan sekadar perjalanan menyusuri masa lalu, melainkan upaya untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat, merawat sejarah, menghargai para pendahulu, serta meneguhkan jati diri Kabupaten TTS.
“Sejarah bukan hanya cerita tentang masa lalu. Sejarah adalah cermin untuk melihat identitas kita hari ini dan kompas untuk menentukan arah masa depan.”
Beliau mengajak seluruh peserta untuk memaknai kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pembangunan daerah harus selalu berpijak pada sejarah, budaya, nilai-nilai luhur, dan karakter masyarakat Timor Tengah Selatan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
