Beranda Nasional 2.562 Orang di Belu Bertarung Rebut 115 Formasi PNS

2.562 Orang di Belu Bertarung Rebut 115 Formasi PNS

203
0

Belu, Flobamora-news.com – Sebanyak 2.562 orang di Kabupaten Belu bertarung merebut 115 Formasi PNS tahun 2020. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Belu, J.T. Ose Luan saat konferensi Pers di ruangan Wakil Bupati Belu pada, Selasa (4/2/2020).

Dalam konferensi Pers itu, Wabup Ose Luan menuturkan bahwa Kabupaten Belu mendapatkan 115 Formasi PNS di tahun 2020. 115 Formasi itu dibagi dengan rincian 54 Formasi tenaga pendidik, 27 formasi tenaga kesehatan, dan 36 Formasi tenaga teknis lainnya.

Sedangkan para peserta yang telah lolos seleksi administrasi berjumlah 2.562 orang. Dengan demikian, 2.562 orang itu harus berjuang keras untuk merebut 115 Formasi tersebut.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ujian seleksi CPNS ini menggunakan sistem Computer Assited Test (CAT).

Ose Luan menilai bahwa sistem CAT ini merupakan sistem paling adil dan transparan serta bebas dari kecurangan. Pasalnya, seleksi menggunakan sistem CAT ini langsung dilihat oleh peserta dan publik.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pengawasan ujian pun dilakukan dengan sangat ketat karena orang yang ada dalam ruangan ujian hanya peserta ujian dan salah satu pengawas dari BKN. Sedangkan yang lain dilarang masuk ke dalam ruangan. Bahkan bupati dan wakil bupati sekalipun.

Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan ujian CPNS sangat ketat dan transparan sehingga tidak ada lagi kesan negatif dalam ujian CPNS.

Kepala BKSDM, Anton Suri yang hadir dalam konferensi pers itu menjelaskan bahwa dari 2.562 peserta CPNS yang telah lolos administrasi itu, terdapat 1.469 peserta yang lolos seleksi pada formasi guru, 199 peserta Formasi Medis, dan 894 peserta Formasi Teknis.

Pelaksanaan ujian seleksi CPNS hari pertama berjalan lancar tanpa kendala teknis. Jumlah peserta yang mengikuti ujian hari pertama sebanyak 600 orang yang dibagi dalam lima sesi. Setiap sesi sebanyak 120 orang sesuai dengan jumlah perangkat komputer.

Dari 600 peserta yang mengikuti ujian, yang lulus passing grade sebanyak 96 orang.

Menurut Anton, peserta yang lulus passing grade belum otomatis mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) karena tergantung dari perengkingan yang ada di setiap formasi.

Jumlah peserta setiap formasi yang mengikuti SKB dihitung tiga kali jumlah formasi.

“Misalnya, formasi guru di sekolah A membutuhkan enam orang dan yang lulus lebih dari 20 orang maka yang ikut seleksi SKB hanya 18 orang”, terang Anton.

Menurut Anton untuk lolos ke tahapan selanjutnya yakni SKB, peserta harus lulus di tahap SKD dengan nilai passing grade yang sudah ditentukan yakni, TWK 66, TIU 80 dan TKP 126, total nilai 271.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jonisius R. Mali,
mengatakan, dari data yang ada, formasi tenaga pendidik paling banyak. Hal ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat bagi kabupaten Belu.

Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masih membutuhkan tenaga guru setiap tahun untuk mengisi kekurangan guru.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan, drg Theresia Un mengatakan, quota tenaga medis tahun 2019 hanya 27 formasi. Sedangkan, Dinas Kesehatan masih membutuhkan tambahan tenaga medis baik, dokter, perawat dan juga sanitarian.

Kekurangan tenaga medis selama ini bisa diisi oleh tenaga kontrak daerah dan juga tenaga dari Kementerian Kesehatan yang dikenal Nusantara Sehat.

Theresia mengharapkan, di tahun yang akan datang, pemerintah pusat bisa menambah quota CPNS tenaga kesehatan bagi Kabupaten Belu.

Untuk diketahui, konferensi pers ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Belu Yohanes A. Prihatin, Kepala BKPSDM Anton Suri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jonisius R. Mali,
Sekretaris Dinas Kesehatan drg Theresia Un, Kabid Kominfo Dominikus Mali, dan Kasubag Protokol Debrito Seran.


Reporter: Ricky Anyan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here