AJI Jakarta Kecam Aksi Kekerasan PDIP di Kantor Radar Bogor

FlobamoraNews

JAKARTA, Flobamora-news.com – Aksi kekerasan dan intimidasi kembali terjadi di ruang redaksi. Kali ini Redaksi Radar Bogor yang menjadi korban. Sekitar seratus kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) marah di kantor media tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu/30 Mei 2018, sekitar pukul 16.00 WIB (4 petang). Dengan membawa sepeda motor dan pengeras suara, Massa PDIP datang sambil marah-marah, membentak dan memaki karyawan, bahkan mengejar staf yang sedang bertugas. Massa juga merusak sejumlah properti kantor.

Saat keributan pecah, rapat redaksi sedang digelar. Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja dan GM Produksi Aswan Ahmad turun ke lokasi, namun makian dan bentakan tak berhenti. Aksi dorong-dorongan juga terjadi. Salah satu staf Radar Bogor juga mengalami kekerasan fisik, dipukul oleh pihak PDIP meskipun sempat ditangkis.

Baca Juga :  Bupati Alor Drs. Amon Djobo Apresiasi Kodim 1622/Alor Bersatu Dengan Semua Elemen

Aksi massa PDIP dipicu pemberitaan Radar Bogor, yang memajang foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dengan judul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta’. Menurut massa PDIP, berita tersebut sangat tendensius.

Atas Peristiwa itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Menyatakan dan Menyerukan:
Pertama, Mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan kader dan simpatisan PDIP di ruang redaksi

Kedua, Keberatan atas pemberitaan harus diselesaikan sesuai Undang-Undang No 40/1999 Tentang Pers.

Ketiga, Mendesak kepolisian mengusut tuntas aksi kekerasan dan memprosesnya secara hukum

Baca Juga :  Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologis Masih Berlanjut di Wilayah Indonesia

Keempat,  Mengimbau Radar Bogor memberikan ruang hak jawab kepada PDIP

Kelima, Mengimbau semua media menjaga independensi dan mematuhi kode etik jurnalistik

Adapun Kronologis Intimidasi di Radar Bogor sebagai berikut:

Peristiwa terjadi pada Rabu/30 Mei 2018  sekitar pukul 16.00 WIB (4 petang). Massa PDIP tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya, mengendarai sepeda motor dan membawa pengeras suara. Mereka datang sambil marah-marah, membentak dan memaki karyawan, bahkan mengejar staf yang sedang bertugas. Massa juga merusak properti kantor.

Tulisan ini berasal dari redaksi