Jangan Mau Jadi JOMBLO. INDONESIA Merdeka karena BERSATU, Bukan BERDUA

FlobamoraNews

Belu, Flobamora-news.com – Meriahnya Perayaan HUT RI ke-74 di kota Perbatasan RI-RDTL diwarnai dengan berbagai perlombaan, baik yang diadakan oleh Pemkab Belu maupun para pemuda. Mulai dari panjat pinang, sepak bola, karnaval, hingga gerak jalan di berbagai tingkatan.

Dari berbagai perlombaan tersebut, ada yang unik dari perlombaan gerak jalan 45 Km yang diadakan oleh Pemda Belu

Pada perlombaan gerak jalan 45 Km yang diikuti oleh 63 peserta tersebut berlangsung selama dua hari. Para peserta yang dilepas dari Labur, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu pada Selasa, (13/8/2019) malam. Para peserta baru masuk finish di Lapangan Simpang Lima Atambua pada Rabu, (14/8/2019) pagi.

Baca Juga :  Visi Menpora Kabinet Jilid 2 Harus Komitmen Sepenuhnya Terhadap Nilai Pancasila

Karena itu, untuk memberikan semangat pada timnya yang sedang mengikuti perlombaan gerak jalan, para suporter dari setiap tim ikut mengiringi timnya dalam perjalanan. Bahkan, hampir semua suporter mengiringi timnya dengan musik hanya untuk membuat timnya tetap semangat.

Sound system pun dimuat di dalam bak truk atau kijang. Para suporter lain mengiring timnya dengan parade motor sembari tetap memberikan semangat pada tim.

Berbagai spanduk pun dibuat dengan macam-macam tulisan agar para penonton dapat mengetahui dari mana asal tim yang sedang mengikuti perlombaan tersebut.

Baca Juga :  Buka Bupati Belu Cup IV, Wabup: Boleh Berpolitik, Tapi Jangan Ganggu Olah Raga

Dari berbagai spanduk yang dibuat, ada yang unik dari spanduk milik tim Huruk Bulas. Pada spanduk tersebut ditulis, “Jangan Mau Jadi JOMBLO. INDONESIA Merdeka karena BERSATU, Bukan BERDUA”.

Tulisan ini bukan menyindir sekaligus menantang para jomblowan-jomblowati agar segera memiliki pasangan. Namun, lebih dari itu, mereka ingin mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di daerah Perbatasan RI-RDTL.

“Bagi para jomblowan-jomblowati yang tersinggung dengan tulisan ini, kami mohon maaf. Sebenarnya tulisan ini dibuat untuk memberikan pesan kepada seluruh Rakyat Indonesia, khususnya masyarakat yang berada di Perbatasan RI-RDTL untuk tetap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia”. Demikian jelas ketua komunitas Huruk Bulas, Apolynaris Nuwa.

Tulisan ini berasal dari redaksi