Beranda Nasional Kemenkop-UKM, Dekranas dan TP-PKK Sinergikan Tujuh Program

Kemenkop-UKM, Dekranas dan TP-PKK Sinergikan Tujuh Program

176
0

ATAMBUA, Flobamora-news.com – Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM) berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) mensinergikan sedikitnya tujuh program kegiatan.

Ke-7 program itu adalah Konsultasi Desain dan Kemasan serta Pemberkasan; Pendaftaran Merek Produk UMKM; Sosialisasi Program/Kegiatan LPDB-KUMKM dalam Penyaluran Dana Bergulir bagi Koperasi dan UMKM; Sosialisasi Kemitraan Rantai Nilai Pasok; Temu Mitra UMKM Produk Unggulan di Daerah; Pelatihan Perkoperasian; Pelatihan Vocational, dan Pelatihan Kewirausahaan.

Sinergitas program kegiatan ini berlangsung di Hotel Matahari Atambua, Rabu (30/04/2019).

Ketua Umum Dekranas Hj. Mufidah Yusuf Kalla dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ketua Bidang Manajemen Usaha Bintang Puspayoga menjelaskan, industri kerajinan saat ini telah berkembang dengan pesat di seluruh pelosok  nusantara. Hal ini didukung dengan ketersediaan  bahan baku lokal seperti serat alam untuk anyaman, tanah liat untuk keramik, kayu, batuan, logam dan lainnya.

Puspayoga mengakui adanya kendala seperti permodalan, pemasaran dan teknik produksi. Namun industri ini tumbuh bervariasi dari skala mikro, kecil sampai skala menengah.

“Salah satu upaya nyata yang dapat dilakukan untuk mendorong  para pengrajin agar  dapat bersaing di pasar global adalah meningkatkan kemampuan SDM  untuk mengembangkan produk-produk kerajinan yang berdaya saing sehingga laku di pasar”, tandas Puspayoya.

Bupati Belu Willybrodus Lay dalam sambutannya mengungkapkan, Kabupaten  Belu sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara  Timor Leste sudah memanfaatkan potensi-potensi yang ada. Antara lain melestarikan budaya sekaligus mengembangkan usaha-usaha kerajinan yang ada.

“Potensi-potensi lokal yang ada dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi usaha yang baik. Ini  tidak terlepas dari pembinaan pemerintah pusat dengan memberikan nilai tambah produksi terutama tenun ikat di Kabupaten Belu,” tandas Bupati Willybrodus.

Acara ini dirangkaikan dengan penyerahan Program Strategis Kementerian Koperasi dan UKM berupa Sertifikasi Hak Cipta Motif Tenun Bese kepada Marianus Luan Berek sebagai perwakilan masyarakat Kenaian Aitoun Desa Aitoun Kecamatan Raihat, penyerahan Program Strategis Kementerian Koperasi dan UKM kepada Wirausaha Pemula kepada Judith S. Banamtuan dan Olivia Haki.

Ada pula penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan dan penyematan tanda peserta sinergitas Kementerian Koperasi dan UKM kepada delapan peserta.

Usai Acara Pembukaan dilanjutkan dengan peninjauan Pameran Mini UKM Pengrajin se-NTT di Gallery Tenun Ikat Dekranasda Kabupaten Belu.

Selain Bupati Willybrodus, hadir perancang busana nasional Dewi Motiek, Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenko UKM RI Ir. Victoria Br Simanungkalit, Ketua Dekranasda Kabupaten Belu Vivi Ng. Lay, Sekertaris Daerah Kabupaten Malaka Donatus Bere, para pimpinan bank penyalur KUR,  pelaku usaha dan pengrajin di Kabupaten Belu.

Penulis/Editor: Cyriakus KiiK

KOMENTAR ANDA?

Komentar