Ketua Pospera NTT – Karunia Meianto Lily, Berbincang Dengan Jokowi Mengenai Stunting Di NTT

Kontributor: DedyEditor: Redaksi

Soe, Flobamora-News.com – Presiden Jokowi meninjau langsung Program Penurunan Stunting, Kab. Timor Tengah Selatan, NTT (24/04/2022).

Jokowi mengawali kegiatan dengan meresmikan penataan kawasan Kota Kupang, NTT. Selanjutnya bertolak ke lokasi pertemuan di Desa Kesetnana Kab. Timor Tengah Selatan.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengungkap kabupaten dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Indonesia adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prevalensi stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 mencapai 48,3 persen. Dan ini tertinggi di Indonesia diantara 246 kabupaten/kota di 12 Provinsi prioritas penanganan balita stunting.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Upaya Pencegahan Karhutla

Perlu diketahui bahwa angka stunting di NTT malah terus naik bahkan tertinggi di Indonesia ditahun 2022, yaitu 22 persen (naik 1,1 persen dari tahun 2021 yaitu 20,9 persen. Dari angka ini, maka dibutuhkan kerja keras dan kerja bersama dari semua elemen.

Selain itu, Presiden Jokowi bertemu Pospera di sela-sela kunjungan kerja di Kota Kupang, Kab. TTS dan Kab. Belu-NTT. Dalam kesempatan yang singkat di Hotel Aston Kupang, Kamis 24 Maret 2022. Ketua Pospera NTT, Karunia Meianto Lily sempat berbincang dengan bapak Presiden terkait penanganan gizi buruk dan stunting.

Baca Juga :  Peringati HUT Ke --74 Kades Poco Likang Gelar Diskusi Penanganan Stunting

Namun karena waktunya sangat singkat, Pospera NTT meminta kesediaan waktu bapak Presiden untuk bisa menerima Pospera di Istana Negara nanti agar bisa disampaikan secara detail. Presiden Jokowi menyetujui dan langsung memanggil ajudannya untuk berkomunikasi dan dijadwalkan pertemuan dengan Pospera nanti.

Pospera NTT memaparkan dokumen hasil kerja-kerja pospera terkait penanganan stunting dan juga membawa dokumen hasil karya pospera mengenai pembangunan sekolah, pendampingan Nelayan Malaka dan pertanian kepada presiden.

Tulisan ini berasal dari redaksi