Meriah HUT RI ke-74 di Tapal Batas RI-RDTL Dibumbui “Huruk Bulas” atau Sirih Pamali

FlobamoraNews

Belu, Flobamora-news.com – Mungkin asing di telinga kita mendengar kata Huruk Bulas. Secara etimologis, Huruk Bulas berasal dari bahasa Bunaq, salah satu bahasa lokal masyarakat Belu-NTT, yang berarti Sirih Pamali.

Huruk Bulas biasanya diberikan oleh para tetua adat kepada anggota suku saat atau usai dilaksanakannya sebuah ritual adat.

Konon katanya, dengan menaruh Huruk Bulas di dompet, maka si pembawa Huruk Bulas akan dilindungi oleh arwah nenek moyang. Si pembawa akan dijauhkan dari marabahaya, diberkati, dan akan mempunyai masa depan yang cerah.

Baca Juga :  Naas! Mobil Tangki Air Terguling di Perempatan Sentral Atambua
Tim Putri Huruk Bulas saat memasuki garis Finish

Di Atambua, Ibu Kota Kabupaten Belu, ada sekelompok anak muda yang menamakan diri mereka Huruk Bulas. Mereka bukan Aparatur Negeri Sipil. Mereka bukan pengusaha. Mereka hanyalah sekelo sekelompok muda-mudi yang pernah menyelami hitamnya dunia kehidupan. Mereka berusaha keluar dari kekelaman dunia itu untuk kembali menatap masa depan mereka.

Mereka adalah orang-orang yang dulunya selalu mempertanyakan sumbangsih negara pada diri mereka. Namun, akhirnya mereka sadar bahwa negara telah membantu banyak hal dalam hidup mereka.

Mereka ibarat muda-mudi yang telah disadarkan ruh Huruk Bulas untuk keluar dari lembah hitam. Karena itu, mereka semua bangkit dari hitamnya dunia dan berusaha membenahi hidup mereka guna memberikan sumbangsih kepada Negara. Salah satunya dengan ikut ambil bagian dalam semarak HUT RI ke-74 melalui lomba gerak jalan Putri (12/8/2019).

Baca Juga :  TPID Kecamatan Ruteng dan Rohong Utara Menggelar Bursa Inovasi

Mulai dari garis start di Desa Tulakadi hingga masuk garis finish di Simpang Lima Atambua, Tim Putri Huruk Bulas tetap bersemangat dengan menjaga keserasian geraknya. Tak heran, Tim ini mendapat tepuk tangan dan sorak meriah dari ribuan penonton yang menunggu di garis finish.

Tulisan ini berasal dari redaksi