Pemuda Belu Nyatakan Perang Melawan Ungkapan Kebencian

FlobamoraNews

BELU, Flobamora-news.com – Sejumlah Organisasi Pemuda Belu yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Pemuda Belu-NTT (Alop NTT) menyatakan perang melawan segala bentuk ungkapan kebencian yang bertujuan memecah belah keutuhan NKRI.

Hal ini diungkapkan koordinator Umum Alop NTT, Feros Naiaki di sela aksi demo yang adakan di Lapangan Umum Atambua, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL, Sabtu (24/8/2019).

Ketegasan menyatakan perang melawan segala bentuk ungkapan kebencian ini dilakukan para pemuda Belu karena merasa miris dan sedih dengan situasi nasional hari ini, di mana ada beberapa pemimpin agama yang mengajarkan kebencian terhadap agama lain kepada umatnya.

Baca Juga :  Danrem Tekankan Keluarga Besar Korem 161/Wira Sakti, untuk Cerdas dan Bijak Bermedsos

Feros menuturkan bahwa sebagai pemuda bangsa Indonesia yang waras, sudah seharusnya menyatakan perang melawan segala bentuk ujaran kebencian yang bertujuan untuk memecahkan keutuhan NKRI.

“Indonesia Merdeka Karena perjuangan dari berbagai golongan Ras, Suku, dan Agama. Karena itu, sebagai anak Bangsa Indonesia, dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia, wajib hukumnya untuk menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Lebih lanjut Feros menegaskan kepada para pemimpin dan tokoh agama agar tidak membuat atau mengajarkan kebencian terhadap agama lain kepada umatnya.

Hal ini sesuai dengan apa yang tertuang dalam pernyataan sikap Alop NTT. Berikut pernyataan sikap Alop NTT: pertama Kami mendesak Presiden RI Joko Widodo untuk segera menyikapi persoalan ini secara serius agar tidak memecah belah keutuhan NKRI.

Baca Juga :  Meriah HUT RI ke-74 di Tapal Batas RI-RDTL Dibumbui "Huruk Bulas" atau Sirih Pamali

Kedua, Kami mendesak pihak Polri untuk segera menindaklanjuti laporan dari berbagai dari berbagai elemen terkait video penistaan agama oleh Ustad Abdul Somad.

Ketiga, Kami meminta kepada pihak kepolisian RI agar memproses Hukum UAS secara terbuka.

Keempat, Kami meminta Pihak POLRI untuk mencekal UAS agar tidak bepergian ke Luar Negeri selama proses hukum masih berjalan.

Tulisan ini berasal dari redaksi