Pembangunan destinasi wisata Tubu Bunium diusahakan dari CSR berbagai BUMN di Indonesia sehingga tidak tergantung pada APBD maupun APBN
Sehingga pengelolaannya secara profesional dengan mengandalkan produk lokal yaitu kuliner, sovenir dan budaya lokal lainnya.
Alam telah menyediakan potensi wisata sehingga tinggal dipoles dan ditata dengan baik serta melibatkan berbagai pihak yang peduli terhadap Pariwisata. “Ungkap Soleman Seu”.
Sementara itu, kepala dinas pariwisata kabupaten TTS Roby Selan dalam sambutannya pada saat pengukuhan Pokdarwis Tubu Bunium, Jumat 6 Pebruari 2026 bahwa atas nama Pemda TTS saya memberi apresiasi dan berterima kasih kepala yang menginisiasi pembentukan kelompok sadar wisata ini, dan pemerintah daerah mendukung penuh upaya kelompok untuk merintis destinasi wisata ini dengan berbagai keterbatasannya.
Kadispar juga berharap agar kelompok sadar wisata Tubu Bunium dapat mempersiapkan potensi lokal untuk dijual kepada wisatawan.
Roby juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan mengadakan pelatihan bagi kelompok yang berkaitan dengan pariwisata agar bisa menghadirkan cendramata/sovenir di lokasi wisata serta pengolahan makanan lokal secara baik dan benar. “Jelas Kadispar Roby Selan”. (YOR).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
