“Disamping itu, kondisifitas wilayah mesti terjaga, dan diharapkan tidak ada orang yang punya pemikiran psikologi negatif, mempengaruhi orang untuk golput,” tegas Nus Loa.
Ditambahkannya Saat ini isu yang paling santer adalah money politik, yang mengajak orang untuk tidak memilih, juga bisa berimplikasi negatif mengajak orang untuk merusak pilihan-pilihan. Misalnya menyuruh coblos semua paslon. Hal-hal seperti itulah yang mempengaruhi indeks demokrasi. Cara-cara seperti itu kami minta hindari, ikuti Pilkada sesuai tahapan, mekanisme dan proses.
“Masa kampanye, masa tenang, masa pemungutan, penghitungan sampai penetapan, itu hal-hal yang serius untuk orang punya perspektif yang sama. Kita menaruh harapkan ada psikologi positif dan para tokoh bisa jadi saluran informasi, sehingga semua orang punya komitmen yang sama, bahwa kita harus menjaga Pilkada ini,” tegas Nus Loa.
Diakui Nus Loa, tidak ada dalam pemikiran-pemikiran tentang siapa yang calon, tapi berangkat dari pemikiran yang sama, yang merupakan peperangan ide dan gagasan untuk membangun kota ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
