Gubernur Laiskodat Ancam Sepak Kepala Pemain Pada Pembukaan ETMC 2019

FlobamoraNews

MALAKA, Flobamora-news.com – Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat mengancam menendang kepala para Pemain sepak bola yang mengikuti ajang El Tari Memorial Cup 2019. Kekesalan ini dilontarkan oleh Laiskodat saat menyampaikan sambutannya pada acara pembukaan ETMC 2019 di Lapangan Umum Betun, Kabupaten Malaka, Jumat (5/7/2019) Malam.

Dalam sambutannya, Laiskodat menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga dari pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur kepada Kabupaten Malaka yang sudah menyelenggarakan ETMC 2019.

Baginya, ETMC 2019 di Malaka telah menampilkan sebuah kualitas peradaban dalam membangun NTT. “Saya merasa bangga karena Malaka mampu menjadi tuan rumah yang luar biasa,” pujinya.

Baca Juga :  Ini 8 Poin Kesalahan yang ada pada SK Revisi 204 Tenaga Kontrak Guru

Dikatakan bahwa pada laga pembuka ini, ada banyak pimpinan daerah yang hadir bukan hanya sekedar menyaksikan timnya bermain, tapi juga menjadi ajang saling sharing ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Malaka sehingga ada sinergitas dalam membangun NTT.

Akan tetapi, pada saat menyampaikan sambutannya dalam pembukaan ETMC 2019, banyak pemain dari 21 Kabupaten yang duduk bermalas-malasan. Hal ini sontak membuat Gubernur naik pitam dan langsung mengancam para Pesepak bola yang sedang duduk.

Ancaman itu bermaksud memberikan motivasi kepada para Pesepak bola agar tidak malas-malasan dan menghargai orang lain.

Baca Juga :  Jasa Raharja Santuni Dua Korban Meninggal dan Jamin 16 Korban Kecelakaan Bus di Sulamu

“Tolong atlet berdiri. Atlet berdiri, nanti saya sepak. Masa jadi atlet malas… duduk saat gubernur bicara, nanti saya tendang kepala… berdiri! Kamu mau jadi atlet kok malas,” tegasnya.


Selanjutnya Gubernur Laiskodat menjelaskan tentang arti sebuah sportivitas dalam dunia olahraga. Dijelaskan, sportivitas yang dimaksud adalah ketika seorang atlet harus mampu mengakui kekurangannya dan kelemahannya. Atlet juga harus lapang dada mengakui kelebihan dan kekuatan lawan.

“Saya minta kepada semua yang hadir, mau jadi atlet… sportivitas harus dijaga. Apa itu sportivitas? Siap mengakui kelemahan dan kekurangan. Siap mengakui kemampuan dan keahlian lawan. Itu baru sportif. Jangan menang mau… kalah ribut,” jelasnya.

Tetap terhubung dengan kami:
Tulisan ini berasal dari redaksi