Pertama Kali Perempuan Iran Dapat Menonton Sepak Bola Dalam 40 Tahun Terakhir

FlobamoraNews

Flobamora-news.com – Untuk pertama kali dalam 40 Tahun terakhir, suporter sepak bola perempuan di Iran diperbolehkan secara langsung menonton di Stadion Azadi, Teheran setelah pemerintah terdahulu melarang.

Tiket pun terjual habis dalam hitungan menit. Tercatat, lebih dari 3000 penonton perempuan yang datang menyaksikan secara langsung timnas kesayangannya berlaga di stadion itu.

Pada pertandingan tersebut, secara mengejutkan, Timnas Iran melibas tanpa ampun lawannya Timnas Kamboja dengan skor 14-0 dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022, Jumat (11/10/2019).

Baca Juga :  Pelatih dan Pemain PS Malaka Dipukul Orang Tak Dikenal di Ende

“Ini benar-benar sebuah impian yang menjadi kenyataan. Sungguh. Terima kasih telah mengizinkan kami datang. Maaf aku gemetaran. Terima kasih,” ungkap salah seorang fans ketika diwawancarai salah satu televisi lokal.

Presiden Fifa pun menanggapi hal positif ini dalam sebuah pernyataan resmi.

“Tidak ada yang bisa menghentikan kegembiraan ini. Sepak Bola milik semuanya,” tulis Gianni Ifantino.

Seperti dilansir dari aljazeera.com pada berita berjudul, ‘An extraodinary feeling’ : Iran women attend football mach ditulis bagaimana ekspresi kebahagiaan para suporter perempuan.

Baca Juga :  Terkait Kejadian Pemukulan Pada Pembukaan Soeratin Cup 2019, Pelatih PS Malaka: Bukan Saya!

Mengibarkan bendera dan memotret selfie, ribuan wanita Iran pada hari Kamis menghadiri pertandingan sepak bola dengan bebas untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, setelah FIFA mengancam akan menangguhkan negara itu atas pembatasan stadionnya yang kontroversial.

Penggemar wanita yang gembira mengenakan bendera nasional hijau, putih dan merah di bahu dan rambut mereka saat mereka berada pada salah satu sisi Stadion Azadi berkapasitas 80.000 untuk kualifikasi Piala Dunia Iran 2022 melawan Kamboja.

“Kami sangat senang bahwa, akhirnya, kami mendapat kesempatan untuk pergi ke stadion. Perasaan yang luar biasa,” ungkap Zahra Pashaei, seorang perawat berusia 29 tahun yang hanya mengenal permainan sepak bola dari televisi, mengatakan kepada kantor berita Associated Press. “Setidaknya bagiku, kerinduan dan penyesalan selama 22 atau 23 tahun ada di balik ini,” lanjutnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi